Eks Kepala SMK Pelayaran di Semarang Diduga Korupsi Dana Bantuan Pengembangan Rp1 M

Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Kota Semarang menduga aksi korupsi oleh mantan kepala SMK Pelayaran Wira Samudera Semarang.

Ketua tim penyidik Cabjari Kota Semarang di Pelabuhan Semarang, Dewi Rahmaningsih mengungkap kebenaran adanya dugaan korupsi dana bantuan pengembangan senilai sekitar Rp1 miliar. Penetapan dugaan tersangka sudah dilakukan sejak 14 April 2021 lalu.

“Mantan Kepala SMK Pelayaran Wira Samudera, AJP sudah ditetapkan tersangka pada 14 April 2021. Saat ini sedang proses pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Dewi saat dikonfirmasi, pada Kamis (26/8/2021).

Diketahui, Dewi akan memberikan keterangan lebih lanjut pada jumpa pers karena saat ini tim sedang mematangkan materi kasus tersebut.

“Tim Penyidik masih fokus untuk pematangan materi, mohon bersabar dulu,” lugasnya.

Sementara, Ketua Komite SMK Wira Samudera Semarang, Zainal Abidin Petir menyatakan, laporan kasus tersebut sudah diajukan sejak Oktober 2019 silam. Bantuan dana pengembangan yang diduga telah dikorupsi tersebut bersumber dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016.

Zainal mengatakan, hal tersebut bermula dari modus untuk membeli sarana dan prasarana sekolah, seperti mebel, peralatan dek, hingga peralatan kapal niaga. Namun, sebenarnya keperluan yang hendak dibeli tersebut sudah ada.

“Namun tersangka membuat laporan pertanggungjawaban keuangan fiktif. Yang dilaporkan dalam SPJ (surat pertanggungjawaban) merupakan barang-barang yang sudah ada di sekolah,” urainya.

“Stempel, legalitas, dan sebagainya dari pihak ketiga itu memang ada. Tersangka memberikan fee untuk memperoleh tanda legalitas dari CV (pihak ketiga), namun barangnya tidak dibeli,” sambung Zainal.

You might also like
Tags: , , ,

More Similar Posts

Menu