Tips Pakar Pendidikan, PTM Jateng Berjalan Lancar

Pemerintah pusat mengizinkan diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi sekolah yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, 2, dan 3.

Kebijakan tersebut turut diterapkan oleh pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk menyelenggarakan PTM. Pakar pendidikan UNS Solo, Dr Moh Rohmadi menyebutkan sejumlah persyaratan guna kelancaran berlangsungnya PTM.

“Ini (PTM) merupakan penantian panjang. Kangen pengin neng sekolah (kangen mau ke sekolah). Harus ada proses kehati-hatian dalam pelaksanaannya. Pemerintah harus bersama-sama mewujudkan 5M,” ungkap Rohmadi saat diskusi pendidikan, pada Jumat (3/9/2021).

5M, kata Rohmadi, bukan mencuci tangan, menjaga jarak, dan lain sebagainya melainkan, 5M yang dimaksud ialah langkah-langkah yang mesti dilakukan pemerintah untuk menjaga sekolah tidak menjadi klaster baru Covid-19.

“Bagian identifikasi ini untuk memilah dan memilih sekolah mana yang bisa melaksanakan PTM terbatas. Tentunya dengan data empirik yang ada di lapangan,” terangnya.

Tahap selanjutnya, ialah perencanaan. Dalam tahap perencanaan, pemerintah selaku pemegang wilayah diimbau menyiapkan prosedur standar pelaksanaan PTM. Setelah prosedur pelaksanaan tersusun, baru lah memasuki tahapan pelaksanaan lalu evaluasi.

“Supaya efektif, jangan lupa harus mengevaluasi. Dengan evaluasi ini, jadi mengetahui pelaksanaannya seperti apa. Jika bagus, mungkin kapasitas yang melakukan PTM bisa ditambah 40 persen dari 30 persen. Kalau berjalan bagus lagi, dinaikan lagi jadi 50 persen, begitu seterusnya secara bertahap,” urai pria yang pernah menjabat Kepala UPT Perpustakaan UNS ini.

Langkah terakhir, yakni menindaklanjuti. Kendati demikian, diharapkan PTM tetap berlangsung dan tidak melahirkan klaster baru.

“Kehadiran pemerintah ada, keselamatan terpenuhi ada, hak pendidikan pengetahuan, kecerdasan, dan karakter juga terbentuk jika PTM dilaksanakan,” bebernya.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu