Air Mineral Layak Minum

VIT, Merek Air Mineral Lokal Memenuhi Kriteria Layak Minum Menurut WHO
Dalam dunia minuman sehat, VIT, salah satu produk air mineral nasional, berhasil mencapai standar kualitas yang diakui oleh Organisasi Kesehatan Internasional (WHO). Menurut Infopublik.id, VIT memiliki Total Dissolve Solid (TDS) sebesar 178 mg/l dan tingkat keasaman (pH) antara 6 hingga 8,5. Hal ini membuat air mineral VIT terkategori sebagai air yang sangat baik dan layak untuk dikonsumsi secara terus-menerus sesuai dengan kriteria WHO.

Tidak hanya itu, untuk memastikan kualitasnya, VIT telah melewati berbagai tahapan uji kualitas, seperti uji fisika, kimia, dan mikrobiologi. Proses pengemasan dan filtrasi air mineral VIT dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir, yang diawasi dengan ketat sesuai standar HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) di setiap pabriknya. BPOM juga memberikan sertifikat SNI kepada air mineral VIT sebagai bukti keamanan dan kualitasnya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Infopublik.id pada Minggu (21/1/2024), WHO menjelaskan bahwa beberapa faktor penting yang menentukan air mineral yang aman dan baik untuk kesehatan antara lain melibatkan kandungan Total Dissolve Solid (TDS) dan tingkat keasaman (pH) sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

WHO menetapkan standar kandungan TDS sebagai berikut:

  1. TDS 0 Air mineral dengan TDS 0 tidak disarankan untuk dikonsumsi secara rutin karena dapat menyebabkan gangguan pada tubuh.
  2. TDS kurang dari 300 mg/l Air mineral dengan TDS kurang dari 300 mg/l dianggap sebagai air yang sangat baik dan aman untuk dikonsumsi secara terus-menerus.
  3. TDS 300–600 mg/l Air mineral dengan kandungan TDS 300–600 mg/l masih dianggap aman untuk dikonsumsi.
  4. TDS 600–900 mg/l Air dengan TDS 600–900 mg/l masih bisa diminum karena masih aman dan rasanya tetap enak.
  5. TDS 900–1.200 mg/l Air dengan TDS antara 900 hingga 1.200 mg/l dianggap tidak layak dikonsumsi karena rasanya kurang enak.
  6. TDS lebih dari 1.200 mg/l Air dengan TDS lebih dari 1.200 mg/l dianggap memiliki rasa yang tidak enak dan berbahaya untuk dikonsumsi.

Sementara itu, kandungan mineral dalam air tidak akan berdampak buruk terhadap kesehatan selama air masih bersifat tawar. Adapun kriteria air mineral dari segi tingkat keasamannya (pH) adalah:

  1. pH 0 sampai 6,9 Air dengan pH 0 sampai 6,9 dianggap memiliki tingkat keasaman rendah dan tidak baik untuk dikonsumsi.
  2. pH 7,0 Air dengan pH 7,0 dianggap sebagai air netral dan aman untuk dikonsumsi.
  3. pH di atas 7,1 Air dengan pH di atas 7,1 dianggap bersifat basa dan baik untuk kesehatan tubuh, namun sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan untuk menghindari risiko gangguan pencernaan dan pH darah yang tidak seimbang.
You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu