Antisipasi Bagi Warga Jateng yang Nekat Mudik

SMID-Antisipasi Bagi Warga Jateng yang Nekat Mudik

Semarang – Dihimbau agar masyarakat Jawa Tengah untuk tidak melakukan mudik lebaran tahun ini terkait dengan peraturan yang telah ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh kondisi Covid-19 yang mulai menurun sehingga mengantiasipasi adanya gelombang kedua Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, bahwa dalam hal ini kesabaran menahan diri untuk tidak mudik merupakan kontribusi besar bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.

“Saya mendorong masyarakat tidak usah mudik ya, mumpung ini (Covid-19) lagi turun bagus. Sabar sebentar, ini kalau bisa dijaga kita akan bisa lebih cepat. Ingat pengalaman di Perancis dan India yang saat ini lagi naik,” kata Ganjar pada, Selasa (30/3).

Larangan mudik ini memang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat beberapa waktu lalu, namun teknis pelaksanaannya masih menunggu aturan dari pemerintah pusat. Aturan tersebut juga berkaitan dengan peraturan ibadah pada bulan Ramadhan yang diputuskan oleh Kementerian Agama, serta kesadaran untuk tidak hilir mudik dari Kementerian Perhubungan.

Dinas kesehatan juga mulai bersiap-siap untuk mengantisipasi adanya warga Jawa Tengah yang nekat untuk mudik dengan mempersiapkan tempat-tempat untuk isolasi mandiri dan isolasi di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, berkaitan dengan penyediaan tempat isolasi bagi para pemudik yang nekat tersebut, nantinya akan dibahas lebih lanjut secara khusus bersama Bupati dan Walikota.

“Nanti akan ada rapat khusus dengan Bupati dan Wali Kota terkait itu. Sementara yang sudah kami siapkan adalah nanti yang kebutuhan untuk random test,” katanya.

You might also like
Tags: , , , , , ,

More Similar Posts

Menu