Anwar Usman Menyerukan Kepentingan Negara

Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), menyerukan agar Anwar Usman, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), bertindak sebagai seorang negarawan dan menerima pencopotan dari jabatannya dengan sikap legowo. Menurutnya, Anwar tidak perlu mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk merebut kembali posisi ketua MK.

Jimly menekankan pentingnya prioritas kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi. Dia mendukung keputusan MKMK yang mencopot Anwar Usman serta melarangnya terlibat dalam penanganan sengketa Pilpres 2024 untuk menghindari konflik kepentingan.

Anwar Usman, yang merupakan paman dari calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming, telah melanggar kode etik berat dengan perannya dalam mengubah syarat batas usia calon presiden-calon wakil presiden.

Menurut Jimly, langkah Anwar menggugat pergantian ketua MK ke PTUN bukanlah langkah yang tepat, karena pemilihan ketua MK adalah urusan internal yang tidak dapat diajukan gugatan ke PTUN. Putusan MKMK mencopot Anwar Usman juga tidak dapat diproses oleh PTUN karena terkait dengan etika, bukan pelanggaran hukum yang menjadi kewenangan pengadilan.

Jimly berharap para hakim tidak membuat keputusan yang mempermalukan diri sendiri. Sebelumnya, Anwar Usman telah mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta untuk membatalkan pengangkatan Suhartoyo sebagai ketua MK dan memulihkan kedudukannya sebagai ketua MK.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu