Apa Itu Braille

Setiap 4 Januari diperingati sebagai Hari Braille Sedunia, sebuah sistem baca dan tulis sentuh yang sangat bermanfaat bagi penyandang tunanetra. Huruf Braille terdiri dari titik-titik menonjol yang mewakili huruf-huruf alfabet, dibaca dengan menggerakkan jari dari kiri ke kanan sepanjang baris kalimat.

Menurut Braille Works, proses membaca Braille melibatkan dua tangan dan jari telunjuk. Orang tunanetra bisa membaca dengan kecepatan rata-rata 125 kata per menit, meskipun beberapa dapat mencapai 200 kata per menit.

Braille memberikan akses kepada penyandang tunanetra terhadap berbagai bahan bacaan, termasuk rekreasi, pendidikan, laporan keuangan, dan menu restoran. Selain itu, Braille memungkinkan akses terhadap kontrak, peraturan, polis asuransi, direktori, dan buku masak, membantu memenuhi kebutuhan harian orang dewasa.

Penyandang tunanetra juga dapat mengeksplorasi hobi dan pengayaan budaya melalui Braille, seperti partitur musik, himne, kartu remi, dan permainan papan. Braille secara keseluruhan telah berhasil memberikan akses ke dunia bagi mereka yang hidup dalam kegelapan, karena huruf dan tanda baca diciptakan untuk ujung jari.

Louis Braille, pencipta Braille, kehilangan penglihatannya pada usia tiga tahun dan terinspirasi untuk menciptakan sistem baca dan tulis yang dapat digunakan oleh orang dengan gangguan penglihatan. Pada tahun 1824, dia mengembangkan sistem Braille yang terdiri dari enam titik, diterbitkan pada 1829, dan diadopsi secara resmi oleh sekolah di Paris pada 1854.

Kode Braille universal untuk negara-negara berbahasa Inggris diadopsi pada 1932, dan pertemuan di London pada 1957 meningkatkan sistem tersebut. Meskipun Braille menggunakan bahasa Latin untuk huruf dasar, elemen seperti huruf beraksen, simbol, dan tanda baca dapat berbeda antar negara. Hal ini membuat Braille Jepang, Korea, dan Sirilik memiliki kekhasan yang membedakannya dari Braille Prancis.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu