Aplikasi GoPay

Gopay Mengusung Pendekatan Simplicity dalam Aplikasinya

Aplikasi Gopay, yang sebelumnya hanya tersedia melalui platform Gojek atau Tokopedia, kini hadir sebagai entitas mandiri. Keputusan ini tampaknya dibuat dengan tujuan membawa kesederhanaan ke dunia pembayaran digital.

Hans Patuwo, Presiden Teknologi Keuangan GoTo, mengungkapkan bahwa aplikasi Gopay awalnya dirancang dengan beragam fitur yang ambisius. Namun, dalam acara UOB Conference 2023 pada Rabu (11/10/2023), Hans menjelaskan bahwa perkembangan aplikasi Gopay berubah dari rencana awal.

“Saat kami mulai merancangnya, kami memiliki banyak ide brilian, termasuk mengadopsi fitur terbaru yang telah berhasil di berbagai belahan dunia. Namun, ketika kami melakukan riset pasar, termasuk menjalani pendekatan ke kota-kota tier 2 dan tier 3 di Indonesia, respons yang kami terima sangat jelas. Masyarakat bertanya, ‘Apa tujuan dari semua fitur ini?'” ujar Hans.

Hasilnya, aplikasi Gopay akhirnya dirancang dengan konten yang jauh lebih sederhana dan ukuran file yang lebih kecil dibandingkan dengan aplikasi pembayaran digital lainnya. Gopay juga hanya menyediakan fitur layanan dasar yang sangat simpel.

Hans Patuwo melihat bahwa potensi pertumbuhan industri digital di Indonesia masih besar, terutama di sektor fintech. Dia menyoroti kontribusi GoTo, yang secara langsung dan tidak langsung berdampak pada 1 hingga 2 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada tahun 2022, GoTo telah mendukung 2,5 juta mitra pengemudi, 18 juta pedagang, dan 16 juta pengguna.

Meskipun begitu, Hans menyadari bahwa Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk mengikuti jejak China dalam hal pertumbuhan industri digital, dan dia optimistis dengan potensi pertumbuhan di masa mendatang.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu