Sanggar Greget Semarang Sajikan Tarian Panca Surya Tuk Apresiasi Nakes

Sanggar Greget Semarang Sajikan Tarian Panca Surya Tuk Apresiasi Nakes

Sanggar Greget Semarang menampilkan tarian yang menggambarkan perjuangan para tenaga kesehatan (nakes) saat melawan Covid-19 sejakawalpandemi. Para Nakes disebut rela menanggung risiko tertular virus mematikan demi menolong pasien yang membutuhkan pertolongan medis.

Tari Panca Surya susunan Pengasuh Sanggar Greget Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo melibatkan lima penari.Bahkan, Yoyok terjun langsung dalam membawakan tarian ini.

pada pertunjukan yang disiarkan di kanal YouTube ‘Sanggar Greget’, Minggu (24/10/2021), tampak Yoyok, Sangghita Anjali, dan tiga penari lain membawakan reportoar tari kreasi tradisi pesisiran pengembangan dari gerak dan iringan Gaya Surakarta, Yogyakarta serta hasil dari pencarian gerak.

“Tari ini terinspirasi dari terminologi falsafah Jawa enigmatis tentang kadang permati atau sedulur palat lima pancer. Ini juga bisa menjadi tarian untuk menghormati nakes yang merawat pasien Covid-19 semasa pandemi,” terang Sangghita

Karena itu, lanjutnya, Tari Panca Surya dibawakannya sebagi wujud apresiasi seniman kepada para nakes di Hari Dokter Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 Oktober.

Dari data Dinas Kesehatan Jateng, ada 10 ribuan nakes yang terpapar Covid-19 sejak awal pandemi. Dari jumlah tersebut, 2.216 orang di antaranya merupakan dokter. Sementara yang meninggal karena Covid-19 ada 128 nakes, 64 orang di antaranya merupakan dokter umum dan dokter spesialis.

“Sejak awal pandemi awal tahun 2020 sampai sekarang, dokter dan nakes tetap berdiri melawan Covid-19 sekaligus melindungi masyarakat dari Covid-19. Ini patut diapresiasi,” kata Sangghita.

You might also like
Tags: , , , , , , , ,

More Similar Posts

Menu