AS Inflasi Lagi

Pasar keuangan Indonesia masih mengalami turbulensi dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS). Menurut data Refinitiv, rupiah melemah 0,56% terhadap dolar AS dalam satu pekan yang berakhir pada Jumat (8/9/2023), sehingga mencapai Rp15.320/US$. Ini merupakan pelemahan yang signifikan setelah sebelumnya menguat sekitar -0,36%. Sejak awal bulan ini, mata uang rupiah telah melemah sebanyak 0,62%.

Kondisi pasar keuangan yang bergejolak diperkirakan akan berlanjut dalam pekan ini. AS akan merilis data inflasi, dan China juga baru saja merilis data inflasi pada akhir pekan sebelumnya. Selain itu, sejumlah data dalam negeri terkait neraca dagang akan mempengaruhi mata uang rupiah.

Pelemahan rupiah pekan lalu diyakini dipengaruhi oleh data ekonomi China yang menunjukkan penurunan. China melaporkan penurunan ekspor sebesar 8,8% (year on year/yoy) menjadi US$ 284,9 miliar pada Agustus 2023, sementara impor mereka turun sebesar 7,3% (yoy) menjadi US$ 216,51 miliar. Inflasi di China juga rendah, dengan pertumbuhan hanya 0,1% (yoy) pada Agustus 2023, di bawah konsensus yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 0,2% (yoy). Meskipun sedikit membaik dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,3% (yoy).

Situasi perang dagang antara AS dan China masih menjadi masalah serius, terutama setelah larangan bagi PNS di Tiongkok untuk menggunakan iPhone. Ini terjadi saat masyarakat menunggu dengan antusias rilis iPhone 15 pada 12 September mendatang. Investor harus berhati-hati karena perang dagang yang berlanjut dapat memicu aliran modal keluar dari pasar keuangan global, yang tentu akan berdampak pada Indonesia. Hal ini terutama penting mengingat adanya penantian terhadap indikator ekonomi terkait inflasi yang dapat memengaruhi kebijakan the Fed dalam pertemuan minggu ketiga bulan ini.

Di dalam negeri, sentimen cadangan devisa (cadev) juga belum mampu mendukung rupiah. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa cadangan devisa berada di kisaran US$137,1 miliar pada akhir Agustus 2023, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2023 yang mencapai US$137,7 miliar.

Hasil KTT ASEAN belum memberikan dampak positif yang signifikan pada pasar keuangan dalam negeri, karena pelaku pasar tampaknya masih mengevaluasi realisasi dari sejumlah kesepakatan yang dicapai.

Meskipun begitu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa banyak keputusan telah dicapai dalam sektor ekonomi dalam KTT ASEAN. Ia menyebutkan deklarasi EAS mengenai pusat pertumbuhan, pengembangan ekosistem EV, dan pelaksanaan pembayaran lintas batas regional dan transaksi mata uang lokal.

Dalam hal analisis teknikal, rupiah masih bergerak dalam tren naik atau turun sesuai dengan moving average 20 (MA20) dalam basis waktu per jam. Jika tren penurunan berlanjut, support terdekat ada di Rp15.300/US$, sedangkan jika harga mulai berbalik, resistance terdekat terletak di Rp15.350/US$.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu