Bahasa Tubuh Saat Wawancara

Bagi para pencari kerja, hindari ekspresi bahasa tubuh tertentu agar kesan Anda di depan pewawancara terkesan positif dan dapat mewujudkan pekerjaan impian Anda. Para pelamar di berbagai industri harus menyadari bahwa cara mereka menampilkan diri dan bahasa tubuh memiliki peran penting dalam sebuah wawancara kerja.

Banyak pelamar yang terlalu terfokus pada pertanyaan umum selama wawancara dan trik menjawabnya, sementara sedikit yang menyadari bahwa bahasa tubuh yang kurang tepat dapat menjadi hambatan, meskipun jawaban verbalnya sempurna.

Berikut beberapa ekspresi bahasa tubuh yang sebaiknya dihindari selama wawancara kerja:

  1. Mengetukkan Pena: Tindakan seperti mengetukkan pena, gerakan cepat, atau tersentak-sentak dapat mencerminkan kegugupan. Perusahaan cenderung mencari orang yang percaya diri, memiliki kesadaran diri, dan dapat mengendalikan diri. Jika merasa gugup, cobalah untuk tarik napas perlahan, tatap mata pewawancara, dan tersenyum.
  2. Gerakan Tangan Berlebihan: Meskipun gerakan tangan saat berbicara dapat menambah ekspresivitas, terlalu banyak gerakan tangan saat gugup dapat memberikan kesan kurang percaya diri dan gelisah.
  3. Tubuh Membungkuk: Sikap duduk membungkuk dapat mencerminkan stres atau ketidaknyamanan. Cobalah untuk menjaga postur tubuh dengan luruskan punggung dan posisi tangan atau kaki yang tepat.
  4. Jeda Terlalu Lama Antara Pertanyaan dan Jawaban: Jeda yang terlalu panjang antara pertanyaan dan jawaban dapat memberikan kesan kurang siap dan tidak percaya diri.
  5. Minim Kontak Mata: Keterampilan menjaga kontak mata adalah penting. Pelamar yang dapat mempertahankan kontak mata lebih lama cenderung dianggap cerdas dan dapat dipercaya.
  6. Kurang atau Terlalu Banyak Senyum: Tersenyum di awal dan akhir wawancara penting, tetapi tidak perlu terlalu sering. Senyum yang tepat dapat memberikan kesan bahwa Anda adalah orang yang ramah dan mudah didekati.
  7. Warna Busana Terlalu Mencolok: Pilihan busana dan aksesori juga mencerminkan bahasa tubuh. Hindari aksesori berlebihan dan warna busana yang terlalu mencolok, agar tidak mengganggu perhatian pewawancara.
  8. Jabat Tangan Kurang Erat: Jabat tangan yang kurang erat bisa memberikan kesan kurang percaya diri. Sebuah studi menunjukkan bahwa jabat tangan yang erat dapat menciptakan kesan positif dan interaksi yang baik.

Dengan menghindari bahasa tubuh yang kurang diinginkan, Anda dapat meningkatkan peluang untuk memberikan kesan yang positif kepada pewawancara.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu