Bahaya Menjual Foto KTP dan Selfie KTP di Platform : OpenSea

Sukses Viral “Ghozali everyday” yang berhasil menjual koleksi foto selfie-nya melalui platform NFT, OpenSea hingga Rp. miliar mendorong masyarakat Indonesia untuk ikut jejak mahasiswa tersebut. Warganet pun ramai mulai menawarkan berbagai jenis gambar di OpenSea, mulai dari foto makanan, hingga foto kartu tanda penduduk (KTP). Bahkan, unggahan viral adanya masyarakat Indonesia yang menjual foto selfie-nya dengan KTP belum lama ini banyak di media sosial.

Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan bahaya dari tindakan menjual foto dokumen kependudukan. “Sangat bahaya dengan adanya tindakan penipuan/kejahatan oleh ‘perampas data’ atau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya Hal ini karena data kependudukan bisa dijual kembali di pasar.

Selain itu, ungkapnya data tersebut juga rentan untuk disalahgunakan dalam transaksi ekonomi online seperti pinjaman online. Zudan juga mengingatkan adanya sanksi bagi pihak-pihak yang mendistribusikan dokumen di media online tanpa hak, termasuk pemiliknya sendiri maka bisa terancam pidana sampai 10 tahun. Selain itu juga terdapat denda maksimal hingga Rp 1 miliar rupiah. “Hal ini dihimbau dalam Pasal 96 dan Pasal 96A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan,” ungkapnya lagi.

Dapat Terjadi Bahaya Pembobolan Rekening

Sebelum itu, pengamat teknologi Ruby Alamsyah mengingatkan bahaya dari foto selfie KTP yang tersebar dapat dipergunakan oleh oknum atau pihak yang tidak bertanggung jawab untuk berbagai keperluan. “Kalau sudah seperti itu kita akan rawan pencurian data pribadi atau identitas pribadi yang bisa disalahgunakan orang atau orang itu bisa memakai data pribadi atau menyamar sebagai kita pribadi. Bisa melakukan peminjaman atas nama kita, pembelian atas nama kita,” ungkapnya. Penyalahgunaan yang dimaksudkannya yakni semisal melakukan pinjaman melalui aplikasi hingga yang terparah pembobolan akun rekening.

Agar menghindari hal yang tidak diinginkan, maka pihaknya menyarankan masyarakat untuk tidak memberikan foto selfie KTP-nya secara sembarangan. “Kita hanya boleh berikan ke instansi resmi misalkkan kita datang ke bank perlu cek KTP, boleh kita kasih lihat,” tegasnya. Ruby juga mengatakan masyarakat harus selalu berhati-hati untuk tak asal mengunggah data di internet.


Edukasi perihal keamanan data diri

Hal ini berpeluang selamanya ada di internet Sehingga menurutnya ketidakpahaman masyarakat terhadap pentingnya melindungi data diri pribadi menjadi isu penting yang harus disikapi oleh semua pihak. “Oleh karena itu, edukasi kepada semua masyarakat kita semua untuk tidak mudah menampilkan data pribadi di media online apapun sangat perlu dilakukan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan semua masyarakat untuk tetap mewaspadai saat menyampaikan dokumen berupa foto KTP dan foto diri pada suatu entitas, seperti misalnya untuk keperluan kredit atau tawaran hadiah. “Pastikan bahwa entitas yang meminta dokumen tersebut memiliki izin dari otoritas sesuai kegiatan usahanya,” kata dia. Apabila tidak yakin dengan entitas tersebut, maka jangan sampai memberikan foto KTP dan foto selfie KTP sembarangan, karena berpeluang disalahgunakan. Selain hal itu, foto selfie dengan KTP  juga rentan dipergunakan untuk melakukan pinjaman online tanpa sepengetahuan pemilik.

You might also like

More Similar Posts

Menu