Banjir Jatisari Asri BSB

Warga Perumahan Jatisari Asri BSB Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, terus menghadapi persoalan banjir yang telah menjadi bencana rutin selama sepuluh tahun terakhir. Pada Sabtu, 6 Januari 2024, banjir kembali melanda perumahan tersebut, menyebabkan ketidaknyamanan dan kerugian bagi penduduk setempat.

Supriyadi, Ketua RW 6 Jatisari Asri, menyampaikan keluhannya terhadap situasi ini, mengungkapkan bahwa perumahan mereka telah menjadi langganan banjir selama satu dekade terakhir. “Banjir musiman ini sudah terjadi sekitar 10 tahun yang lalu,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon pada Senin, 8 Januari 2024.

Dia menyebutkan bahwa area yang sering terdampak banjir meliputi RT 04, RT 05, RT 08, dan RT 10, yang mengakibatkan 67 keluarga setempat terkena dampak setiap kali musim hujan tiba. Supriyadi juga menekankan bahwa warga harus selalu siap menghadapi banjir, terutama ketika hujan deras.

Supriyadi telah melaporkan masalah ini kepada pihak berwenang, termasuk kelurahan dan kecamatan, dengan harapan agar Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dapat segera mengambil tindakan. Pertemuan antara DPU Kota Semarang, kelurahan, kecamatan, dan pengembang BSB telah dilakukan pada 2 Januari 2024 untuk membahas isu ini.

Penyebab banjir yang persisten di perumahan ini adalah adanya gulungan air yang tidak dapat masuk ke sistem drainase yang baru. Supriyadi juga menyoroti limpasan air dari luar kompleks perumahan yang mengalir melalui dua saluran drainase perumahan, padahal saluran tersebut semestinya hanya digunakan untuk pengendalian air dari dalam perumahan.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menanggapi situasi ini dengan mendesak DPU Kota Semarang untuk segera melakukan evaluasi terhadap saluran drainase di Perumahan Jatisari Asri BSB. Mbak Ita, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa ada kesalahan dalam perencanaan pembangunan dan menilai bahwa pembangunan saluran drainase di perumahan tersebut kurang menyeluruh. Dia menekankan pentingnya perencanaan infrastruktur yang matang untuk menghindari dampak merugikan bagi masyarakat.

Banjir terakhir, pada 6 Januari 2024, adalah yang kelima kalinya sejak proyek drainase DPU Kota Semarang selesai pada September 2023. Meskipun drainase baru dianggap dapat mengatasi permasalahan, banjir kali ini justru lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya. Hal ini menyebabkan genangan air setinggi paha hingga pinggang orang dewasa, menghentikan aktivitas warga, dan mengganggu acara sosial di perumahan tersebut.

Warga berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan konkret untuk menyelesaikan permasalahan banjir yang telah merugikan mereka selama bertahun-tahun.

You might also like
Tags: , , ,

More Similar Posts

Menu