Banyak Petani Jamur di Genuk Berencana Bentuk Destinasi Wisata Kampung Jejamura.

Banyak Petani Jamur di Genuk Berencana Bentuk Destinasi Wisata Kampung Jejamura.

Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang memiliki Sentra Budidaya Jamur Tiram. Ini menjadi potensi daerah yang bisa dikembangkan dan dikemas menjadi lebih baik untuk perputaran ekonomi masyarakat. Terlebih, sudah terbentuk satu komunitas yakni Komunitas Jejamuran Ati Becik (JAB) yang terdiri dari sejumlah petani jamur tiram dari wilayah tersebut.

Pembina Komunitas JAB, Muhammad Sifin Almufti mengatakan, sudah banyak petani jamur di daerahnya. Jumlah anggota JAB sendiri sudah lebih dari 20 orang. Ada yang sudah menjadi petani besar, ada pula yang baru merintis bertani jamur.

“Kami berusaha agar JAB bisa beraktivitas meningkatkan pemahaman budidaya jamur. Kami ajak studi banding, mengikuti pameran, dan sebagainya,” jelas Sifin, Jumat (29/10/2021).

Jika destinasi wisata Kampung Jejamuran bisa berjalan, menurutnya, bisa menjadi sebuah kekayaan wisata bagi Kota Semarang. Di samping itu, dapat menjadi perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Selama ini, para petani sudah memasarkan hasil panen jamur mentah ke masyarakat. Jamur mentah juga dijual ke toko-toko yang bisa masuk. Dengan dibentuknya destinasi wisata, dia berharap pemasaran akan semakin meluas. Di samping itu, masyarakat bisa mengunjungi kampung jejamuran serta mencicipi kulinernya.

“Hasil panen setiap petani berbeda-beda. Bisa sekilo, dua kilo, dan seterusnya. Munculnya pun bergantian, tidak bareng-bareng,” tambahnya. Hasil audiensi dengan Pemerintah Kota Semarang, akan dilakukan kajian terkait potensi pengembangan jamur tiram khususnya di wilayah Genuk dengan kwrjasama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata (Stiepari).

“Maret awal nanti, Bu Wakil minta membuat kajian terkait potensi pengembangannya khususnya di wilayah Genuk,” paparnya.

You might also like

More Similar Posts

Menu