Berapa Harga Internet Rumah Kecepatan 100 Mbps

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengusulkan adanya batas minimal kecepatan internet tetap (fixed broadband) sebesar 100 Mbps di Indonesia. Beliau juga mencetuskan kebijakan yang melarang operator untuk menjual layanan internet di bawah kecepatan 100 Mbps. Budi mengkritik kecepatan internet di Indonesia yang dinilainya masih rendah, dengan rata-rata sekitar 24,9 Mbps, berada di bawah negara-negara seperti Filipina, Kamboja, dan Laos di kawasan Asia Tenggara.

Budi berencana membuat kebijakan yang mengharuskan operator menjual layanan internet tetap dengan kecepatan 100 Mbps, mengingat internet dianggap sebagai kebutuhan pokok. Meskipun beberapa operator sudah menyediakan paket internet fixed broadband dengan kecepatan 100 Mbps hingga 1 Gbps, Budi menyoroti masih adanya operator yang menjual paket 5-10 Mbps untuk fixed internet broadband.

Dalam Rapat Koordinasi, Budi mengakui bahwa penurunan tarif internet tidak memungkinkan, dengan data menunjukkan penurunan tarif layanan data melalui Jaringan Bergerak Seluler (Mobile Broadband) mencapai 17,72 persen per tahun dalam periode 2017-2023. Budi menyatakan bahwa operator seluler menghadapi beban biaya yang tinggi, termasuk untuk penggelaran teknologi 5G, sehingga penurunan tarif lebih lanjut tidak dapat dilakukan.

Beberapa operator seperti IndiHome, XL Axiata, Biznet, dan Indosat Ooredoo Hutchison telah menawarkan paket internet fixed broadband dengan kecepatan minimal 100 Mbps, dengan harga yang bervariasi. Meskipun demikian, harga paket dengan kecepatan tersebut dianggap cukup mahal oleh sebagian besar pelanggan internet fixed broadband.

Menurut Menkominfo, proporsi beban biaya dibandingkan pendapatan pada operator seluler pada periode Q2 tahun 2023 berada pada kisaran 70 persen–106 persen. Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa operator seluler memiliki sedikit peluang untuk menurunkan lagi tarif mobile broadband seperti periode sebelumnya. Penerapan tarif ke depan perlu mempertimbangkan CAPEX (Capital Expenditure) untuk penggelaran 5G yang besarnya beberapa kali lipat dari CAPEX 4G.

Pada saat ini, beberapa operator penyedia internet sebenarnya sudah menyediakan paket internet fixed broadband 100 Mbps. Bahkan, ada juga paket yang mencapai 1 Gbps. CNNIndonesia.com membandingkan harga sejumlah paket dengan kecepatan minimal 100 Mbps dari beberapa penyedia layanan internet fixed yang banyak digunakan oleh warga.

Hasilnya menunjukkan bahwa harga paket internet dengan kecepatan 100 Mbps relatif mahal, berada di atas mayoritas pelanggan internet fixed broadband (66,27 persen) yang mengambil paket dengan harga Rp100.001-300 ribu per bulan, berdasarkan Survei Internet Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia 2023. Muncul pertanyaan apakah akan ada penurunan tarif lebih lanjut di masa depan.

Menteri Budi Arie Setiadi, dalam Rapat Koordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia dan Penyelenggara Layanan Telekomunikasi Seluler di kantornya, Jakarta, Rabu (24/1), mengakui bahwa penurunan tarif sudah tak memungkinkan. Data Direktorat Telekomunikasi Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Tahun 2023 menunjukkan bahwa tarif efektif layanan data melalui Jaringan Bergerak Seluler turun secara signifikan setiap tahun, dengan rata-rata tingkat penurunan setiap tahun (CAGR) periode 2017-2023 mencapai 17.72 persen.

Meskipun demikian, masyarakat masih menantikan penurunan tarif yang lebih signifikan, terutama dengan usulan Menkominfo terkait batas minimal kecepatan internet tetap sebesar 100 Mbps. Budi Arie Setiadi mengemukakan bahwa internet merupakan kebutuhan pokok, dan ia heran masih ada operator yang menjual paket dengan kecepatan 5-10 Mbps untuk fixed internet broadband. Ia berkomitmen untuk membuat kebijakan yang mengharuskan operator menjual layanan dengan kecepatan minimal 100 Mbps.

Beberapa operator seperti IndiHome, XL Axiata, Biznet, dan Indosat Ooredoo Hutchison telah menawarkan paket internet fixed broadband dengan kecepatan minimal 100 Mbps, dengan harga yang bervariasi. IndiHome, penyedia internet dari Telkomsel, misalnya, memiliki beberapa paket dengan kecepatan hingga 100 Mbps, dengan harga mulai dari Rp425 ribu per bulan. XL Axiata menawarkan XL Satu Fiber dengan kecepatan internet mulai 75 Mbps hingga 1 Gbps, dengan harga bervariasi.

Meskipun Budi Arie Setiadi mengakui bahwa penurunan tarif sudah tak memungkinkan, masyarakat berharap agar pemerintah dan operator dapat bekerja sama untuk menyediakan akses internet yang lebih cepat dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Kebijakan terkait batas minimal kecepatan internet tetap sebesar 100 Mbps menjadi langkah yang diharapkan dapat memacu peningkatan kualitas layanan internet di Indonesia, sambil tetap mempertimbangkan faktor ekonomi dan keuangan operator.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu