Berikut Makanan Wajib Dan Pantangan Bagi Pengidap Hipotensi

Baru-baru ini, istri Anang Hermansyah, Ashanty, dirawat di rumah sakit karena mengalami hipotensi. Hipotensi atau tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi medis yang mendasarinya, penyakit serius, dan penggunaan obat-obatan.

Meskipun tekanan darah rendah sesekali dianggap normal, namun jika tekanan darah terus-menerus rendah atau seseorang mengalami gejala seperti pingsan, penglihatan kabur, dan pusing, sebaiknya segera berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan atau pergi ke rumah sakit.

Untuk kasus tekanan darah rendah yang terjadi sesekali, ada beberapa perubahan gaya hidup dan obat-obatan yang dapat membantu meningkatkan tekanan darah ke tingkat normal. Pola makan seseorang dapat berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih serta mengonsumsi makanan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, protein, dan minyak sehat dapat membantu menjaga tekanan darah setelah makan.

Beberapa makanan yang kaya akan vitamin B12, seperti telur, ayam, ikan seperti salmon dan tuna, serta produk susu rendah lemak, dapat membantu meningkatkan tekanan darah. Begitu juga dengan makanan yang kaya akan folat (vitamin B9), seperti asparagus, brokoli, kubis Brussel, bayam, sayuran berdaun hijau, jeruk, jus jeruk, kacang-kacangan, hati sapi, lentil, dan buncis.

Makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, kakao, cokelat, serta beberapa jenis soda dan minuman berenergi, dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan sementara meningkatkan tekanan darah.

Sebaliknya, makanan tinggi kandungan natrium, seperti zaitun, ikan teri, keju cottage, sup kalengan, tuna kalengan, kerupuk, dan ikan, dapat membantu meningkatkan tekanan darah. Namun, perlu diingat bahwa asupan garam yang tinggi secara berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Selain itu, waktu makan dan ukuran porsi juga dapat memengaruhi tekanan darah. Makan dalam porsi besar dapat membuat tekanan darah sedikit menurun karena tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk mencerna makanan. Oleh karena itu, mengubah kebiasaan makan dengan mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dalam porsi kecil lebih sering sepanjang hari, serta tetap terhidrasi, dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

Dalam konteks tekanan darah rendah, disarankan untuk membatasi atau menghindari konsumsi karbohidrat yang dicerna dengan cepat, seperti kentang, nasi, pasta, roti, dan minuman manis.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu