BMKG: Suhu Jawa Tengah

Suhu di Jawa Tengah Tidak Mencapai 41 Derajat Celsius, Menurut BMKG
Beberapa hari terakhir, beredar kabar di media sosial mengenai suhu udara yang disebut mencapai 41 derajat Celsius di Jawa Tengah. Berbagai reaksi dari warganet pun memenuhi berbagai platform online.

Sebuah unggahan viral di media sosial, yang dibagikan oleh seorang warganet melalui akun @convomf pada Selasa (26/9/2023), menjadi sorotan utama dalam perbincangan ini. Dalam unggahan tersebut, suhu udara Jawa Tengah disebut-sebut sangat tinggi, dan masyarakat diminta untuk berbagi pengalaman mengenai suhu di wilayah mereka masing-masing.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memberikan penjelasan resmi mengenai suhu udara tersebut. Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Jawa Tengah, Iis Widya Harmoko, suhu di wilayah Jawa Tengah pada saat ini berkisar antara 37-38 derajat Celsius.

Iis menjelaskan bahwa informasi mengenai suhu yang dibagikan di media sosial kemungkinan besar berasal dari tangkapan layar aplikasi ponsel. Namun, ia menekankan bahwa informasi suhu yang diperoleh dari aplikasi ponsel tidak selalu akurat dan belum tentu mencerminkan kondisi aktual di lapangan.

“Jadi jika netizen ingin membuktikan suhunya sebenarnya berapa, itu bisa menggunakan alat ukur termometer jangan menggunakan handphone,” jelas Iis. Meskipun termometer yang digunakan mungkin bukan standar BMKG, alat ini lebih dapat diandalkan untuk mengukur suhu aktual dibandingkan dengan perkiraan dari aplikasi ponsel.

Iis juga menyarankan masyarakat untuk memantau suhu di suatu daerah melalui prakiraan cuaca yang disediakan di laman resmi BMKG. Dari data BMKG, suhu maksimal yang terukur di Jawa Tengah pada Selasa (26/9/2023) adalah 37,8 derajat Celsius, dan pada Rabu (27/9/2023) adalah 38,0 derajat Celsius.

Peningkatan suhu yang dialami Jawa Tengah saat ini, menurut Iis, disebabkan oleh gerak semu Matahari yang merupakan siklus rutin yang terjadi setiap tahun. Iis menjelaskan bahwa saat kondisi ini terjadi, secara klimatologis suhu udara akan cenderung naik. Namun, ia mengingatkan bahwa suhu akan turun kembali mulai November dan Desember.

Data BMKG menunjukkan bahwa suhu panas tertinggi yang pernah tercatat di wilayah Jawa Tengah adalah pada tahun 2015, mencapai 39,5 derajat Celsius, dan pada tahun 2019, mencapai 39,4 derajat Celsius. Iis menambahkan bahwa kondisi saat ini hampir serupa dengan tahun-tahun tersebut karena merupakan tahun kering, dan secara klimatologis, suhu udara diprediksi akan terus naik hingga Oktober.

Masyarakat diimbau untuk tidak hanya mengandalkan informasi dari aplikasi ponsel, tetapi juga memantau prakiraan cuaca resmi BMKG agar mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai suhu udara di wilayah Jawa Tengah.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu