Bos Huawei Puji Apple

Bos Huawei Mengekspresikan Apresiasi Terhadap Apple di Tengah Perseteruan
Ren Zhengfei, pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) dari perusahaan teknologi Huawei Technologies, membuat kejutan di kalangan publik dengan mengungkapkan penghargaannya terhadap perusahaan saingan, Apple. Pernyataan tersebut muncul saat ketegangan antara kedua perusahaan sedang memuncak.

Ren Zhengfei secara terbuka menyebut dirinya sebagai seorang “penggemar” produk Apple, dan ini menciptakan kebingungan dalam persaingan sengit antara Huawei dan Apple. Dalam pandangannya, Ren mengecam “zenofobia” terhadap merek asing dan justru melihat Apple sebagai sumber inspirasi yang berharga.

“Kami sering mendalami apa yang membuat produk Apple sangat unggul, dan kami selalu membandingkan kualitas kami dengan mereka. Saya merasa sangat beruntung memiliki guru seperti Apple yang memberi kami kesempatan untuk terus belajar,” kata Ren dalam wawancara dengan SCMP yang dilaporkan oleh Bisnis pada Minggu (24/9/2023).

Tidak hanya itu, Ren Zhengfei juga menyebutkan bahwa putri bungsunya, Annabel Yao, menggunakan produk Apple selama belajar di Harvard University Amerika Serikat dari tahun 2016 hingga 2020. Pernyataan ini menambah kehebohan, terutama saat Huawei baru saja meluncurkan dua smartphone unggulan, yaitu Huawei Mate 60 Pro dan Mate 60 Pro+ 5G, yang dilengkapi dengan prosesor canggih buatan China.

Dalam konteks yang lebih luas, smartphone ini juga menjadi simbol keteguhan China dalam menghadapi sanksi teknologi dari Amerika Serikat yang telah merugikan banyak perusahaan China, termasuk Huawei.

Ren Zhengfei tidak hanya mencatat dampak negatif sanksi AS terhadap perusahaannya, tetapi juga mengungkapkan bahwa tekanan tersebut telah memberikan motivasi bagi Huawei. Dia menjelaskan bahwa setelah AS memberlakukan crackdown, Huawei terpaksa mencari alternatif di luar platform teknologi AS. Namun, hal ini akhirnya mendorong Huawei untuk membangun platformnya sendiri yang berbeda dari platform AS.

Selain itu, dengan mempelajari produk dan strategi pesaing, Ren Zhengfei mendorong Huawei untuk tetap unggul dalam teknologi tertentu dan fokus pada pengembangan sumber daya internal perusahaan.

Pernyataan Ren Zhengfei ini bukan kali pertama dia mengungkapkan kekagumannya terhadap Apple. Dalam wawancara pada Mei 2019, dia menyebut Apple sebagai perusahaan yang menjadi contoh dalam perlindungan privasi. Ren juga pernah menyatakan bahwa Huawei seharusnya mempelajari strategi penetapan harga dari Apple untuk bersaing lebih baik di pasar.

Meskipun menghadapi berbagai hambatan, termasuk larangan penggunaan teknologi Huawei dalam jaringan 5G di Amerika Serikat dan beberapa negara sekutu, Huawei tetap bertahan. Perusahaan ini bahkan telah berhasil kembali masuk dalam lima besar vendor smartphone di China pada kuartal kedua tahun 2023, dan mereka telah menaikkan target pengiriman smartphone untuk paruh kedua tahun tersebut sebesar 20 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa popularitas smartphone Huawei, terutama seri Mate 60 Pro, terus meningkat, meskipun dihadapkan pada persaingan ketat dari iPhone 15, produk terbaru dari Apple.

Sebagai informasi, Huawei Technologies telah menghadapi berbagai tantangan serius sebagai akibat dari kebijakan Amerika Serikat. AS telah melarang penggunaan teknologi 5G Huawei di negara tersebut dan beberapa sekutu. AS mengklaim bahwa Huawei merupakan ancaman terhadap keamanan nasional dan menduga adanya potensi penggunaan perangkat Huawei untuk kegiatan spionase, meskipun Huawei telah membantah tuduhan tersebut.

Kondisi ini telah memaksa Huawei untuk mengembangkan sistem operasi sendiri yang disebut HarmonyOS dan tidak dapat menggunakan aplikasi Android seperti Chrome, Gmail, PlayStore, dan YouTube pada produk ponselnya. Meskipun menghadapi berbagai rintangan, Huawei tetap berusaha untuk terus berkembang dan bersaing di pasar teknologi global.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu