Bursa Saham Asia 05/02/2024

Mayoritas bursa saham di Asia-Pasifik cenderung mengalami penurunan pada perdagangan Senin (5/2/2024). Ini terjadi karena para investor menantikan rilis data ekonomi yang penting di kawasan tersebut dan secara global. Pada pukul 08:57 WIB, hanya indeks Nikkei 225 Jepang yang tercatat menguat sebesar 0,5%, sedangkan bursa lainnya mengalami penurunan.

Di antara penurunan tersebut, terdapat pelemahan pada indeks Hang Seng Hong Kong sebesar 0,23%, Shanghai Composite China turun 1,07%, Straits Times Singapura merosot 1,34%, ASX 200 Australia turun 1,17%, dan KOSPI Korea Selatan tergelincir 1,59%.

Para investor di Asia-Pasifik sedang memantau beberapa rilis data ekonomi hari ini, termasuk angka aktivitas jasa China periode Januari 2024 dan penjualan ritel Singapura periode Desember 2024.

Sementara itu, penurunan bursa saham di Asia-Pasifik terjadi di tengah kinerja positif bursa saham Amerika Serikat (AS), terutama Wall Street pada akhir pekan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat lalu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengalami kenaikan sebesar 0,35%, S&P 500 naik 1,07%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,74%.

Kinerja positif indeks S&P 500 didukung oleh pertumbuhan finansial perusahaan teknologi besar seperti Meta, perusahaan induk Facebook. Saham Meta mengalami kenaikan 20% setelah mengumumkan pembagian dividen dan pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Saham Amazon juga melonjak 7,9% karena pendapatannya melebihi ekspektasi pasar.

Analisis dari InfraCap, Jay Hatfield, menyatakan bahwa investor kedepannya akan lebih fokus pada laporan kinerja keuangan dan data ekonomi untuk memperkirakan waktu pemangkasan suku bunga.

Meskipun sebagian besar perusahaan yang terdaftar di indeks S&P melaporkan kinerja keuangan di atas ekspektasi, data tenaga kerja di AS masih mencemaskan. Angka pekerjaan di luar pertanian (nonfarm payroll/NFP) periode Januari 2024 melampaui ekspektasi dengan 353.000 pekerjaan, membuat pasar khawatir akan sulitnya penurunan data ini dan dampaknya terhadap kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Pasar juga harus bersiap menghadapi dampak dari ketatnya pasar tenaga kerja yang dapat mempengaruhi keputusan The Fed dalam pemangkasan suku bunga. Meskipun ekonomi AS memasuki tahun 2024 dengan posisi yang kuat, dengan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2023 sebesar 3,3%, di atas konsensus 2%, dan tingkat inflasi yang masih di atas target bank sentral.

Minggu ini, masih akan ada sejumlah data ekonomi AS yang akan dirilis, termasuk Purchasing Managers Index (PMI) Composite dan Service periode Januari 2024. Selain itu, data neraca dagang AS, perkembangan ekspor dan impor, serta klaim pengangguran mingguan juga akan menjadi fokus pasar. Pidato pejabat The Fed di beberapa acara juga dinanti-nanti sebagai indikasi kebijakan yang mungkin diambil pada rapat akhir Februari mendatang.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu