Buruh Rokok Pendidikan QRIS

Ratusan Buruh Rokok di Kudus Diberi Pendidikan Mengenai Penggunaan QRIS untuk Transaksi Non Tunai

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan kampanye sosialisasi penggunaan pembayaran non tunai melalui QRIS, alat pembayaran berbasis kode QR. Sasaran utama kampanye ini adalah 560 buruh rokok di Kudus.

Inisiatif ini difokuskan pada generasi muda, terutama milenial, dengan tujuan agar mereka dapat mendidik keluarga mereka tentang manfaat dan prosedur transaksi non tunai.

Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa, mengungkapkan bahwa edukasi tentang transaksi non tunai harus diperluas ke semua segmen masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi peredaran uang palsu, mengendalikan tingkat inflasi, serta mendukung upaya pembaharuan yang lebih praktis.

“Kami mengumpulkan pekerja di industri rokok untuk mengikuti sosialisasi mengenai sistem keuangan. Banyak dari mereka yang sudah menggunakan mobile banking untuk mendukung transaksi non tunai,” kata Musthofa pada Selasa (24/10/2023).

Mustofa menekankan bahwa kehadiran Komisi XI bersama Bank Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan sistem pembayaran non tunai. Transaksi non tunai dilihatnya sebagai cara yang lebih mudah untuk berbelanja atau melakukan transaksi tanpa uang tunai.

Selain itu, gerakan transaksi non tunai juga dipandang sebagai langkah awal untuk mendukung visi Indonesia sebagai negara yang menerapkan sistem pembayaran modern.

“Dengan penggunaan sistem pembayaran non tunai, kita tidak perlu khawatir tentang kembalian uang atau peredaran uang palsu. Tidak lagi diperlukan membawa uang tunai dalam jumlah besar ke mana pun kita pergi,” ujar Musthofa.

Musthofa berharap bahwa gerakan nasional non tunai ini akan terus berkembang dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu