Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Ketika muncul tanda-tanda pemutusan hubungan kerja (PHK), banyak langkah yang perlu diambil untuk menjaga kestabilan keuangan. Salah satu solusinya adalah dengan mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan, yang dapat menjadi dana darurat untuk bertahan selama masa kehilangan penghasilan.

Menurut informasi dari situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, bagi mereka yang berencana mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan karena terkena PHK atau mengundurkan diri dari pekerjaan, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti.

Pertama-tama, pastikan Anda menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan sebelum mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan, seperti Kartu Peserta BPJAMSOSTEK, E-KTP, Buku Tabungan, Kartu Keluarga, dokumen terkait ketenagakerjaan (Surat Keterangan Berhenti Bekerja, Surat Pengalaman Kerja, Surat Perjanjian Kerja), atau Surat Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), serta NPWP jika dimiliki. Dokumen-dokumen ini harus disertakan saat mengajukan klaim manfaat, dan meskipun akan diberikan dalam bentuk fotokopi, versi aslinya harus ditunjukkan.

Untuk klaim uang BPJS Ketenagakerjaan secara online, kunjungi Lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id dan isi data seperti NIK, nama lengkap, dan nomor kepesertaan terlebih dahulu. Sistem akan melakukan verifikasi otomatis untuk menilai kelayakan klaim. Setelah itu, peserta BPJS Ketenagakerjaan akan diarahkan untuk melengkapi data instruksi yang muncul di portal.

Peserta diharuskan mengunggah dokumen-dokumen yang diperlukan. Jika berhasil, peserta akan menerima notifikasi tentang jadwal wawancara dari kantor cabang. Proses wawancara dilakukan melalui video call, di mana peserta harus menyiapkan berkas-berkas asli dokumen yang diminta.

Setelah proses selesai, uang JHT BPJS Ketenagakerjaan akan ditransfer ke rekening yang telah disediakan.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu