Chaos Awal MotoGP India

Chaos Awal MotoGP India 2023, Bos Dorna Penuh Keprihatinan
MotoGP India 2023, yang seharusnya menjadi sorotan pekan ini, sudah tercemar oleh berbagai masalah sebelum balapan dimulai di Sirkuit Buddh. Dari masalah birokrasi hingga kekhawatiran terkait kebersihan makanan, semuanya telah mengguncang semangat menyambut ronde baru MotoGP di India.

Carmelo Ezpeleta, Bos Dorna, sudah meramalkan bahwa menggelar MotoGP pertama kali di Negeri Taj Mahal ini akan penuh tantangan, dan prediksinya tampaknya menjadi kenyataan. Tim-tim MotoGP menghadapi sejumlah kesulitan, mulai dari urusan administratif hingga permasalahan terkait kargo motor, visa, dan birokrasi yang berlaku bagi wartawan asing.

Salah satu sorotan awal adalah bagaimana kargo berharga untuk keperluan balapan diangkut menggunakan truk terbuka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait risiko yang terkait dengan peralatan berharga ini, mengingat cuaca panas dan potensi kerusakan akibat insiden di perjalanan.

Masalah kedua adalah permasalahan visa. Proses pengajuan visa untuk ke India oleh peserta ajang balap MotoGP Bharat sudah dimulai sejak Agustus, tetapi agensi lokal yang menangani pembayaran visa menghadapi masalah akibat pemblokiran dana oleh PayPal. Hal ini mengharuskan para pelamar untuk membuat rekening baru dan melakukan verifikasi yang menyulitkan sebagian dari mereka.

Selain itu, masalah terkait pajak juga menjadi kendala, dengan pihak berwenang di India ingin mengenakan pajak sebesar 20 persen dari gaji tahunan pembalap berdasarkan kontrak mereka. Namun, Dorna menolak hal ini dengan alasan perlindungan data dan privasi.

Layanan antar-jemput di India juga terbukti mahal, dengan biaya sewa skuter yang mencapai 150 Euro (sekitar Rp 2,4 juta) untuk tiga hari. Bahkan harga sewa mobil juga dianggap tinggi, terutama bagi orang asing yang tidak memiliki asuransi.

Tidak ketinggalan, masalah akomodasi juga menjadi perhatian, dengan prediksi bahwa MotoGP India 2023 akan menjadi seri Grand Prix paling mahal yang pernah dihadapi oleh divisi perhotelan MotoGP.

Semua permasalahan ini diperburuk oleh kekhawatiran tentang kebersihan makanan dan minuman di India, serta situasi pandemi virus Nipah yang sedang melanda negara tersebut. Meskipun lokasinya terpencil dari wilayah yang terkena dampak, tetapi kekhawatiran tetap menghantui para peserta.

Keputusan Dorna untuk menggelar MotoGP di India kontras dengan sikap CEO Formula 1, Stefano Domenicalli, yang telah menyatakan ketidakmungkinan kembali menggelar balapan di India setelah mengalami masalah birokrasi, pajak, dan bea cukai pada tahun-tahun sebelumnya.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu