ChatGPT Diagnosis Anak Amburadul

Keterbatasan ChatGPT dalam Mendiagnosis Penyakit Anak, Perlu Pelatihan dan Bimbingan Profesional Medis
Chatbot kecerdasan buatan seperti ChatGPT memang dikenal pintar dan dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan. Namun, kemampuannya terbatas, terutama dalam hal mendiagnosis penyakit. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Cohen Children’s Medical Center, New York, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa diagnosis yang diberikan oleh ChatGPT cenderung amburadul, dengan tingkat kesalahan mencapai 83 persen dalam semua pengujian.

Studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Pediatrics pada 2 Januari 2024 ini menganalisis respons ChatGPT terhadap permintaan diagnosis penyakit pada anak. Hasilnya, dari 100 sampel kasus pediatrik yang diambil dari publikasi JAMA Pediatrics dan NEJM antara tahun 2013 hingga 2023, ChatGPT memberikan diagnosis yang salah pada 72 kasus. Sebanyak 11 kasus lain dianggap terlalu umum dan tidak akurat untuk mendiagnosis kasus terkait.

Kasus pediatrik, khususnya yang dipublikasikan untuk pembelajaran dokter anak, memiliki informasi yang terbatas dan menantang. Di samping itu, sulitnya mendiagnosis anak atau bayi karena mereka belum dapat menjelaskan gejala yang dirasakan, membuat ChatGPT kesulitan dalam mendapatkan informasi yang relevan.

Dari total kesalahan diagnosis, 57 persen berkaitan dengan sistem organ yang sama, menunjukkan ketidakmampuan ChatGPT dalam memberikan diagnosis yang tepat. Contohnya, terdapat kesalahan dalam mendiagnosis kista celah brakialis sebagai benjolan di leher, padahal diagnosis yang benar adalah sindrom Branchio-oto-renal, sebuah kondisi genetik dengan anomali perkembangan jaringan di tulang selangka, leher, telinga, dan ginjal.

Meskipun demikian, ChatGPT berhasil memberikan diagnosis yang benar untuk 17 kasus. Para peneliti menyimpulkan bahwa ChatGPT memerlukan pelatihan lebih lanjut dan bimbingan dari profesional medis. Mereka menyarankan agar chatbot dapat diperkaya dengan literatur medis yang khusus, selektif, dan dapat dipercaya, bukan hanya mengandalkan informasi dari internet yang dapat mengandung misinformasi.

Selain itu, para peneliti menilai bahwa kemampuan ChatGPT dapat ditingkatkan dengan akses real-time ke data medis guna meningkatkan akurasi diagnosis. Meskipun ChatGPT memiliki potensi, penting bagi para peneliti dan pengembang untuk terus menyempurnakan kecerdasannya agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam dunia medis.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu