Darurat! Kemenkes Butuhkan 2.000 Ton Oksigen Medis

Darurat! Kemenkes Butuhkan 2.000 Ton Oksigen Medis

Lonjakan kasus Covid-19 mengakibatkan membengkaknya kebutuhan oksigen medis hingga mencapai lebih dari 2.000 ton per hari atau jauh melebihi kapasitas produksi.

“Kebutuhan melonjak dari 400 ton jadi 2.000 ton lebih ton sehari, ya. Kita produksi masih 1.400-1.500 ton. Tapi tetep kita coba upayakan selalu agar produksi naik,” ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, pada Rabu (28/7/2021).

“Kalau kurang memang iya, karena ada peningkatan kasus Covid-19 beberapa waktu belakangan ini,” sambungnya.

Nadia berupaya meningkatkan produksi oksigen meis dengan meminta agar setiap perusahaan gas industri mengutamakan produksi oksigen medis.

“Kami terus mengupayakan agar kebutuhannya terpenuhi, dengan mengkonversi gas industri menjadi produksi oksigen medis,” tandasnya.

Di sisi lain, Kemenkes juga mengaku ada kendala distribusi oksigen medis di Papua. Distribusi di pulau paling timur Indonesia itu terhalang oleh akses menuju rumah sakit karena oksigen di Papua berasal dari luar pulau.

“Kalau di wilayah Papua ada kondisi geografis dan terbatasnya distributor ke sana, juga listrik belum merata, mobil ISO tank pembawa gas liquid juga terbatas, ini jadi tantangan distribusi di sana,” tuturnya.

Sejak kasus Covid-19 melonjak, beberapa daerah melaporkan kelangkaan oksigen seperti Yogyakarta dan Papua. Sementara di DKI Jakarta, permintaan terkait oksigen medis mampu membuat antrean mengular di beberapa tempat pengisian oksigen

You might also like
Tags: , , , ,

More Similar Posts

Menu