Diet Garam Bagi Penderita Darah Tinggi

Diet rendah garam merupakan usaha untuk mengurangi asupan garam atau natrium dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah panduan diet rendah garam bagi mereka yang mengalami tekanan darah tinggi.

Selain mengonsumsi obat penurun tekanan darah, individu dengan hipertensi atau riwayat penyakit seperti penyakit jantung dan ginjal disarankan menjalani diet rendah garam.

Diet ini tidak hanya membantu mengendalikan tekanan darah secara alami tetapi juga bertujuan untuk mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh dan mencegah komplikasi hipertensi.

Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan, asupan natrium sebaiknya dibatasi hingga 5 gram atau satu sendok teh garam dapur. Untuk penderita hipertensi, pembatasan asupan natrium harus lebih rendah lagi, yaitu sekitar 1,5 gram per hari atau setara dengan 3,5 – 4 gram garam per hari.

Meskipun tidak semua penderita hipertensi merespon natrium dengan sensitif, pembatasan asupan natrium dapat mendukung terapi farmakologi untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Prosedur diet rendah garam melibatkan pemahaman terhadap syarat-syarat diet, pemilihan bahan makanan yang dianjurkan, dan pembatasan bahan makanan tertentu. Syarat-syarat diet rendah garam termasuk mengonsumsi makanan beragam dengan pola gizi seimbang, penyesuaian jenis dan komposisi makanan sesuai kondisi penderita, serta membatasi konsumsi garam dapur dan sumber natrium lainnya.

Bahan makanan yang dianjurkan meliputi sumber karbohidrat seperti beras merah, havermouth, roti, gandum, singkong, ubi, kentang, dan jagung. Protein hewani disarankan berasal dari daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, hati, ikan, susu rendah lemak, dan hasil olahannya. Sumber protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan juga dianjurkan, sementara sayuran segar dan buah seperti pisang turut mendukung diet rendah garam.

Bahan makanan yang perlu dibatasi atau dihindari melibatkan pengurangan konsumsi biskuit, kue dengan margarin dan soda kue, serta makanan yang diawetkan dengan garam. Selain itu, beberapa jenis protein hewani dan nabati yang diawetkan dengan garam, sayuran, buah yang diawetkan dengan garam, serta beberapa sumber lemak dan bahan makanan tertentu, juga perlu dibatasi.

Pengaturan diet rendah garam dapat dilakukan dengan meningkatkan konsumsi makanan segar seperti buah-buahan, memilih produk dengan kandungan garam rendah, memasak di rumah untuk mengontrol jumlah garam yang digunakan, dan mengurangi penggunaan saus pada makanan, karena mayoritas saus komersial mengandung garam tinggi.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi mereka yang menjalani diet rendah garam untuk menangani tekanan darah tinggi.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu