4 Kerajinan Khas Joglosemar Tak Kalah Cantik Dijadikan Souvenir

Indonesia tak pernah melewatkan kesempatan untuk menawarkan keindahan dan pesonanya, sehingga dapat dijamin tak ada yang tak merindukannya.

Namun, sangat disayangkan keberagaman budaya dan keindahan alam yang tersebar luas di Nusantara tak lagi mampu dipamerkan untuk sementara waktu karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air tercinta sejak Maret 2020.

Pada 3-20 Juli 2021 pemerintah baru saja menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang meminta masyarakat untuk tetap di rumah saja dengan tujuan untuk menguragi resiko penularan virus corona.

Bagi sebagian orang untuk tetap berada di rumah adalah hal yang membosankan, terlebih kegiatan yang dapat kita lakukan sangat terbatas. Namun, hal tersebut tidak menutup akses kita untuk tetap berkomunikasi dengan saudara, teman, maupun kerabat karena masih ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mereka, salah satunya memberikan hadiah atau suvenir berupa kerajinan tangan khas Jogja, Solo, dan Semarang atau sering disebut Joglosemar.

Ketiga daerah di Jawa ini menawarkan ragam kerajinan kriya yang kaya makna budaya, sehingga kita dapat membantu para seniman untuk tetap berkreasi pada masa pandemi ini.

1. Aksesori dekorasi berbahan alam khas Jogja Rumah menjadi pusat kegiatan masyarakat selama pandemi. Oleh karena itu, banyak orang menata ulang rumahnya agar lebih nyaman menjalani aktivitas harian.

Nah, kesempatan tersebut bisa menjadi inspirasi kamu untuk memberikan suvenir kepada kerabat. Kamu bisa memilih aksesori dekorasi berbahan alam dari Jogja.

Seperti diketahui, Jogja memang terkenal dengan hasil kerajinan tangan berbahan alam. Ada berbagai bahan alam yang kerap digunakan, seperti serat alami, eceng gondok, lamun, pohon pisang, kulit kayu, dan kayu daur ulang. Lihat Foto Kerajinan perak dari Kotagede, Jogja.

2. Kerajinan perak asal Kotagede, Jogja Selain aksesori dekorasi dan batik, kamu juga bisa memberikan kerajinan perak buatan pengrajin di Kotagede, Jogja, kepada kerabat tercinta. Kerajinan tangan Yogyakarta ini dapat membuat kerabat kamu terkesan. Sebagai informasi, Kotagede merupakan sentra penghasil perak terkenal di Kota Gudeg.

Kesohorannya bahkan sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Satu hal yang khas dari kerajinan perak di tempat ini adalah perpaduan ukiran budaya Jawa dan ukiran khas masyarakat Hindu.

Dahulu, Keraton Jogja juga kerap memesan ragam kerajinan perak dari Kotagede berupa perlengkapan makan, teko teh, dan lain sebagainya. Selain itu, kerajinan perak Kotagede juga terkenal dengan aksesori dan perhiasan cantiknya seperti, gelang, bros, anting, dan cincin.

3. Barang antik dari Solo Jika kamu memiliki kerabat yang gemar mengoleksi barang kuno, jangan lupa untuk memberikan ragam kerajinan tangan antik dari Solo.

Sebagai salah satu kota budaya di Jawa Tengah, Solo kaya akan kerajinan kriya bernilai tinggi. Salah satu tempat yang menjual barang-barang tersebut adalah Pasar Triwindu. Adapun koleksi kerajinan Solo yang bisa dibeli meliputi topeng, wayang, keris kuno, patung, dan kain batik Solo.

Untuk harga, tak perlu risau karena sebagian besar barang yang dijual di Pasar Triwindu relatif terjangkau. Karena saat ini masih belum bisa berkunjung langsung ke sana, kamu bisa mencoba mencari barang-barang tersebut di marketplace secara daring.

4. Batik khas Semarang Batik tidak hanya menjadi kerajinan tangan andalan Jogja, Solo, atau Pekalongan. Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah juga memiliki bermacam-macam motif batik yang wajib dikoleksi.

Bila dilihat dari corak dan warna, batik Semarang memiliki perbedaan dibandingkan batik ketiga daerah yang tadi disebutkan. Batik Semarang cenderung menggunakan warna cerah dan corak yang tidak begitu padat.

Dari segi motif, batik Semarang memiliki ciri khas perpaduan batik pesisir dengan budaya percampuran masyarakat Tionghoa.

Motif khas pesisir biasanya menggambarkan kekayaan flora dan fauna di daerah tersebut. Untuk batik Semarang, motif burung merak, kupu-kupu, bangau, cempaka, mawar, dan burung blekok jadi andalan.

Tak hanya itu, batik Semarang juga memiliki ragam motif ikon Semarang masa kini, seperti Lawang Sewu dan Tugu Muda. Selain itu, batik Semarang juga hadir dengan beragam gaya busana modern.

Itulah empat rekomendasi kerajinan tangan asal Joglosemar yang bisa kamu beli untuk kerabat sebagai suvenir atau hadiah.

Keempat kerajinan tersebut bisa kamu dapatkan dan beli secara daring di platform #BeliKreatifLokal milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

kedepannya ekraf diharapkan bisa menjadi tulang punggung ekonomi dimasa yang akan mendatang. Oleh karena itu, pemerintah membantu para pelaku ekraf agar bisa bertahan disituasi saat ini.

Ada 20 juta pelaku ekonomi kreatif di Indonesia dan mayoritas adalah UMKM. (Selain promosi), kami fokus pada peningkatan akses pembiayaan dan beberapa subsektor akan mendapatkan bantuan insentif pemerintah,” kata Sandiaga seperti dilansir dari laman resmi Kemenparekraf, Jum

You might also like
Tags: , , , , , ,

More Similar Posts

Menu