Dosen Ditipu Polisi Gadungan

Seorang dosen di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, dengan inisial CA, menjadi korban penipuan melalui aplikasi kencan online, mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta oleh seorang pelaku yang mengaku sebagai polisi. Pelaku, Densi Indra Jasa (29), warga Kabupaten Way Kanan, Lampung, telah ditangkap dan saat ini berada dalam tahanan Polres OKU Timur terkait kasus penipuan tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres OKU Timur, AKP Hamsal, mengungkapkan peristiwa ini pada Selasa (9/1/2024). Kejadian bermula ketika CA, seorang dosen, dan Densi berkenalan melalui aplikasi kencan online pada bulan September 2022. Dalam proses perkenalan tersebut, Densi mengaku sebagai anggota Polri dengan nama Wahyu Sandi Prasetyo yang tengah bertugas di Polres Lombok, dan dari situlah hubungan asmara mereka dimulai.

Pada bulan Oktober 2023, Densi mulai merayu CA dengan mengklaim bahwa ia sedang dipindahkan tugas ke wilayah Polres OKU Timur. Percaya dengan klaim tersebut, CA beberapa kali mentransfer sejumlah uang kepada Densi untuk keperluan kepindahan tugas tersebut.

Namun, setelah mentransfer sejumlah uang, CA menyadari bahwa Densi menghilang, membuatnya menyadari bahwa ia menjadi korban penipuan. Hamsal menjelaskan, “Setelah menyadari menjadi korban, CA membuat laporan, dan kami langsung menyelidiki. Kami berhasil menemukan bahwa pelaku berada di Lampung.”

Densi ditangkap pada Senin (1/1/2024) sekitar pukul 12.30 WIB di kawasan Martapura OKU Timur. Penangkapan dilakukan setelah polisi berhasil memancing pelaku untuk bertemu dengan korban. Saat penangkapan, Densi tidak memberikan perlawanan.

Dari tersangka, polisi menyita satu unit handphone dan bukti transaksi transfer dari korban. Hamsal menyebutkan bahwa modus pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi ternyata hanya merupakan petani.

Densi dijerat dengan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun. Hamsal juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan untuk dugaan korban lain yang mungkin ada.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu