Emas Antam 22/01/2024

Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan pada Jumat (19/1/2024) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung. Harga turun sebesar Rp1.000 per gram, menjadi Rp1.127.000. Hal ini juga berdampak pada harga buyback (harga jual kembali) yang mengalami penurunan sebesar Rp1.000 per gram, menjadi Rp1.026.000.

Menurut analis dari TD Securities, Bart Melek, pasar telah berspekulasi selama sepekan terakhir mengenai kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed, dan spekulasi ini tercermin dalam pergerakan harga emas. Pada Jumat, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengungkapkan bahwa keputusan penurunan suku bunga oleh Fed memerlukan lebih banyak data inflasi sebelum diambil. Sebaliknya, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic pada hari Kamis menyatakan bahwa dasar untuk memulai pemotongan suku bunga berada pada kuartal ketiga.

Dilansir dari Fed Watch Tool CME, saat ini para pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 47% pada Maret 2024, yang merupakan penurunan dari angka 71% pada minggu sebelumnya.

Analis dari Saxo Bank, Ole Hansen, memberikan pandangan bahwa harga emas akan bergerak mengikuti ekspektasi penurunan suku bunga hingga mencapai level yang rentan terhadap koreksi. Namun, Hansen menegaskan bahwa pergerakan ini mungkin berubah ketika pemangkasan suku bunga benar-benar terjadi.

Di sisi lain, dari segi fisik, pembelian emas di India menunjukkan penurunan pada pekan lalu karena koreksi harga lokal tidak mampu menarik minat konsumen. Hal ini memberikan indikasi bahwa faktor-faktor lokal juga turut memengaruhi pasar emas di tingkat global.

Harga emas memang sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan menguatkan dolar AS dan imbal hasil US Treasury, yang pada gilirannya tidak menguntungkan emas. Dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli, sehingga permintaan turun. Selain itu, emas tidak memberikan imbal hasil, sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik bagi investor.

Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah akan melemahkan dolar AS dan imbal hasil US Treasury. Hal ini dapat menurunkan opportunity cost memegang emas, membuat emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi. Dengan demikian, kebijakan suku bunga menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi dinamika pasar emas secara keseluruhan.

Dalam konteks ini, pemangkasan suku bunga oleh The Fed dapat membawa dampak besar terhadap harga emas. Pelaku pasar dan analis tetap memantau perkembangan data ekonomi dan pernyataan pejabat The Fed untuk meramalkan arah pergerakan harga emas di masa mendatang.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu