Google Untuk Pemilu 2024

Google telah mengungkapkan dua strategi utamanya untuk mengawal Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, yaitu memerangi misinformasi dan merekomendasikan informasi yang akurat.

Menurut Danny Ardianto, Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Indonesia, “Kami di Google memiliki tim ahli yang berdedikasi untuk memerangi penyebaran informasi yang keliru, termasuk di Indonesia. Kami melakukan beberapa tindakan terkait hal ini. Pertama, kami menghapus konten yang berpotensi membahayakan seseorang. Kedua, kami mengalihkan pengguna ke sumber informasi yang terpercaya dan berkualitas melalui Search, YouTube, dan Google Ads.”

Google akan melaksanakan perhatiannya terhadap kedua hal tersebut melalui beberapa kampanye, salah satunya adalah kampanye “Recheck Sebelum Kegocek.” Kampanye ini bertujuan membantu pemilih pemula mengidentifikasi dan menghindari penyebaran informasi yang keliru selama masa Pemilu.

Saat Pemilu, manipulasi sering terjadi untuk meningkatkan reputasi atau merusak kredibilitas kandidat lain. Google mengidentifikasi tiga taktik yang paling umum dan sering digunakan untuk tujuan ini.

Taktik pertama adalah merusak reputasi, yaitu konten yang dibuat khusus untuk mencemarkan nama baik seseorang atau menurunkan reputasinya.

Selain itu, terdapat taktik manipulasi gambar dan video yang disunting dengan sengaja untuk digunakan di luar konteks. Gambar dan video ini tidak hanya diedit, tetapi seringkali diberi judul yang menyesatkan.

Taktik populer terakhir adalah taktik emosional, yang sengaja diciptakan untuk memicu emosi seperti kemarahan, ketakutan, atau emosi lainnya. Biasanya, taktik semacam ini menggunakan kata-kata yang berlebihan, dan jika berupa video, seringkali disertai dengan musik dramatis.

Google juga memperkenalkan kampanye selanjutnya yang diberi nama “Pause Dulu.” Tujuan utama kampanye ini adalah mengajak pengguna untuk melakukan pause atau jeda setiap kali menerima konten, untuk memahami konten tersebut dan mencari tahu sumbernya sebelum akhirnya memercayai dan menyebarkan konten tersebut.

Kampanye ini diharapkan dapat memutus rantai penyebaran misinformasi, yaitu berbagi informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu, yang merupakan akar permasalahan utama dalam penyebaran misinformasi.

Selanjutnya, Google juga memberikan rekomendasi informasi yang dapat dipercaya terkait Pemilu melalui berbagai platformnya, mulai dari Google Search hingga YouTube.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu