Harga Rokok Naik 2024

Kenaikan Harga Rokok Resmi Berlaku Tahun 2024
Harga jual eceran rokok resmi mengalami kenaikan pada tahun 2024. Kenaikan ini disebabkan oleh penyesuaian tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok yang telah diatur oleh pemerintah.

Pemerintah telah mengatur kenaikan tarif CHT sebesar rata-rata 10 persen pada tahun 2023 dan 2024 melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191 Tahun 2022. Namun, khusus untuk rokok sigaret kretek tangan (SKT), kenaikannya lebih rendah, yakni sebesar 5 persen.

Pasal II PMK 191 Tahun 2022 menyatakan, penetapan tarif cukai kembali dilakukan dengan mempertimbangkan tarif cukai untuk jenis hasil tembakau, golongan pengusaha pabrik hasil tembakau, dan harga jual eceran per batang atau gram.

Rokok elektrik juga mengalami kenaikan cukai yang lebih besar, sekitar 15 persen rata-rata. Hal ini diatur dalam PMK Nomor 192 Tahun 2022.

Dengan penyesuaian tarif cukai tersebut, pemerintah juga mengatur batas bawah harga jual eceran rokok. Aturan ini tertuang dalam PMK Nomor 191 Tahun 2022 dan PMK Nomor 192 Tahun 2023.

Berikut adalah rincian harga rokok per batang atau gram sesuai dengan aturan yang mulai berlaku pada 1 Januari 2024:

  1. Sigaret kretek mesin (SKM)
    • Golongan I: Paling rendah Rp 2.260
    • Golongan II: Paling rendah Rp 1.380
  2. Sigaret putih mesin (SPM)
    • Golongan I: Paling rendah Rp 2.380
    • Golongan II: Paling rendah Rp 1.465
  3. Sigaret kretek tangan (SKT) atau sigaret putih tangan (SPT)
    • Golongan I: Paling rendah Rp 1.375 sampai Rp 1.980
    • Golongan II: Paling rendah Rp 865
    • Golongan III: Paling rendah Rp 725
  4. Sigaret kretek tangan filter (SKTF) atau sigaret putih tangan filter (SPTF)
    • Tanpa golongan: Paling rendah Rp 2.260
  5. Sigaret kelembak kemenyan (KLM)
    • Golongan I: Paling rendah Rp 950
    • Golongan II: Paling rendah Rp 200
  6. Jenis tembakau iris (TIS)
    • Tanpa Golongan: Lebih dari Rp 275
    • Tanpa golongan: Lebih dari Rp 180 sampai Rp 275
    • Tanpa golongan: Paling rendah Rp 55 sampai Rp 180
  7. Jenis rokok daun atau klobot (KLB)
    • Tanpa golongan: Paling rendah Rp 290
  8. Jenis cerutu (CRT)
    • Tanpa golongan: Lebih dari Rp 198.000
    • Tanpa golongan: Lebih dari Rp 55.000 sampai Rp 198.000
    • Tanpa golongan: Lebih dari Rp 22.000 sampai Rp 55.000
    • Tanpa golongan: Lebih dari Rp 5.500 sampai Rp 22.000
    • Tanpa golongan: Paling rendah Rp 495 sampai Rp 5.500
  9. Rokok elektrik
    • Rokok elektrik padat: Rp 5.886 per gram
    • Rokok elektrik cair sistem terbuka: Rp 1.121 per mililiter
    • Rokok elektrik cair sistem tertutup: Rp 39.607 per cartridge
  10. Hasil pengolahan tembakau lainnya
    • Tembakau molasses: Rp 242
    • Tembakau hidup: Rp 242
    • Tembakau kunyah Rp 242

Dengan berlakunya aturan ini, diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada para konsumen tentang harga rokok yang berlaku pada tahun 2024. Pemerintah juga menekankan pentingnya aturan ini sebagai upaya untuk mengatur pasar tembakau secara lebih baik.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu