Hendi Tak Akan Gusur PKL

Calon Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berjanji tak akan gusur pedagang kali lima yang berjalan di trotoar-trotoar jalan. Menurut Hendrar Prihadi, PKL ibarat tahi lalat yang bisa ditata untuk mempercantik wajah Kota Semarang.

Hendrar Prihadi sempat mengakui kehadiran PKL di trotoar-trotoar jalan bisa memengaruhi estetika Kota Semarang. Namun, gangguan estetika itu bukan jadi alasan bagi Pemerintah Kota untuk melakukan penggusuran terhadap PKL. “Kami berkomitmen, kami tidak akan gusur PKL. Tapi, kami tata sehingga mampu sinergi dengan tata kota,” kata Hendrar Prihadi dalam uji publik penajaman visi misi Kandidat Wali Kota Semarang, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu, 2 Desember 2020.

“Menurut kami, PKL sangat mempengaruhi estetika. Tapi ibarat wajah, PKL ini kan ibarat tahi lalat. Kalau wajah penuh tahi lalat jadi tidak good looking, maka kami tata,” jelas Hendrar Prihadi. Menurut Hendrar Prihadi, menata PKL harus menggunakan pendekatan kemanusiaan. Sehingga, apabila kehadiran PKL di trotoar jalan mengganggu pemandangan, Pemerintah Kota akan melakukan relokasi PKL ke tempat yang lebih menarik dan lebih baik.

“Tidak ada penggusuran, yang ada relokasi. sehingga pada saat relokasi sudah siap kita minta bisa jualan di tempat menarik dan lebih baik,” terang Hendrar Prihadi.

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengatakan akan membangun sentra-sentra PKL. Dia mengungkap sudah menyiapkan lima taman di Kota Semarang yang bisa digunakan para PKL berjualan di Kota Semarang. “Kami siapkan dalam misi penguatan ekonomi kokal dengan membangun sentra-sentra PKL. Tahun depan ada lima taman untuk sentra PKL,” jelas Hevearita.

Di sentra-sentra PKL itu, kata Hevearita, Pemerintah Kota akan mendorong para pegagang untuk betul-betul memperhatikan higienitas kuliner mereka. “Akan diberikan fasilitas perizinan halal dan BPPOM unuk kuatkan kuliner higienis,” jelasnya. Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang hanya diikuti satu pasangan calon yakni Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu. Debat publik ini merupakan yang kedua yang mencakup penajaman visi misi kandidat dan akan berbicara seputar nasa depan Kota Semarang dalam kajian politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hak asasi manusia.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu