Huawei Mate 60 Series

Huawei baru-baru ini mengenalkan ponsel unggulan terbarunya, yakni Mate 60 Pro. Ponsel pintar ini telah menimbulkan kekhawatiran bagi pemerintah Amerika Serikat (AS) karena menggunakan chip yang sangat canggih. Chip ini dianggap canggih karena, menurut penemuan dari firma riset TechInsights, Mate 60 Pro menggunakan chipset Kirin 9000s dengan arsitektur 7 nanometer (nm).

Ironisnya, Huawei sebenarnya tidak diizinkan secara langsung menggunakan chip dengan teknologi tersebut. Hal ini terkait dengan status Huawei yang terdaftar dalam entitas daftar hitam AS. Perusahaan yang masuk dalam daftar ini dilarang menggunakan teknologi AS tanpa izin dari Departemen Perdagangan AS. Jadi, muncul pertanyaan, bagaimana Huawei bisa menggunakan chip 7 nm di Mate 60 Pro?

Huawei menggandeng SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corp) dalam kerjasama untuk menghasilkan chipset Kirin. Secara teknis, chip ini dirancang dan diproduksi oleh HiSilicon, divisi bisnis semikonduktor Huawei, dengan bantuan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), perusahaan semikonduktor ternama dari Taiwan.

Namun, sejak Huawei masuk ke dalam daftar hitam AS pada tahun 2019, HiSilicon menghadapi kendala dalam produksi chip Kirin karena sejumlah komponennya dipasok oleh perusahaan AS. Untuk mengatasi masalah ini, Huawei bekerja sama dengan perusahaan semikonduktor China, SMIC, untuk menciptakan Kirin 9000s. Namun, perlu diingat bahwa pembatasan perdagangan yang diberlakukan pada Huawei dan SMIC mencakup Peraturan Produk Asing Langsung yang melarang perusahaan manapun di seluruh dunia menggunakan peralatan AS untuk memproduksi chip untuk Huawei.

Menurut laporan Reuters, pemasok Huawei dan SMIC telah menerima biaya lisensi senilai miliaran dolar AS untuk menjual teknologi AS kepada kedua perusahaan China tersebut, meskipun mereka terdaftar dalam daftar hitam. Celah lisensi inilah yang kemungkinan dimanfaatkan oleh Huawei dan SMIC. Diperkirakan sekitar 90 persen dari lisensi yang diterima pemasok telah dijual kepada SMIC.

Meskipun SMIC secara teori tidak lagi memiliki akses langsung ke teknologi AS untuk memproduksi chip dengan arsitektur 10 nm atau lebih canggih, larangan ini menciptakan pertanyaan tentang bagaimana SMIC masih mampu memproduksi chip semacam Kirin 9000s. Mesin extreme ultraviolet lithography (EUV) buatan perusahaan Belanda, ASML, yang biasanya digunakan untuk memproduksi chip 7 nm atau lebih canggih, juga dilarang digunakan oleh SMIC. Sebelum masuk ke dalam daftar hitam AS, chip terakhir yang diproduksi oleh SMIC adalah chip 14 nm. Oleh karena itu, munculnya chip Kirin 9000s di Huawei Mate 60 Pro dengan arsitektur 7 nm telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana hal ini mungkin terjadi meskipun ada pembatasan.

Meskipun chip dengan arsitektur 7 nm sebenarnya bukan yang terbaru, AS melihat kemampuan SMIC untuk memproduksi chip semacam ini sebagai kemajuan penting bagi industri semikonduktor China, yang sebelumnya terbatas dalam menggunakan teknologi AS. Selain itu, pencapaian ini juga membuat SMIC mendekati kemampuan TSMC atau Samsung Electronics yang sudah mampu mendesain chip dengan arsitektur 3 nm dan 4 nm. Pada tahun 2022, TechInsight juga melaporkan bahwa SMIC berhasil merakit chip 7 nm dengan memodifikasi mesin Deep Ultraviolet (DUV) yang lebih sederhana dan bisa diperoleh tanpa batasan dari ASML.

Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa Huawei telah memperoleh mesin ini daripada bekerja sama dengan SMIC untuk membuat Kirin 9000s. Namun, seorang analis, Tilly Zhang dari Gavekal Dragonomics, menganggap bahwa praktik ini tidak semudah yang dibayangkan dan memiliki tingkat keberhasilan yang rendah untuk memproduksi chip canggih. Selain itu, biayanya juga lebih tinggi.

Anggota DPR AS, Mike Gallagher, telah mengeluarkan seruan untuk sepenuhnya memblokir ekspor teknologi apapun yang terkait dengan Huawei dan SMIC setelah TechInsights menemukan teknologi 7 nm pada chip Kirin 9000s yang digunakan dalam Huawei Mate 60 Pro. Gallagher berpendapat bahwa komponen tersebut tidak dapat diproduksi tanpa teknologi AS dan, oleh karena itu, ia mendesak untuk menghentikan sepenuhnya ekspor teknologi ke dua perusahaan China tersebut agar perusahaan yang melanggar aturan dapat diblokir dari teknologi AS. “Chip ini kemungkinan besar tidak bisa diproduksi tanpa teknologi AS, dan oleh karena itu, SMIC mungkin melanggar aturan ekspor Departemen Perdagangan,” ujar Gallagher pada tanggal 13 September 2023. “Waktunya sudah tiba untuk memutus semua ekspor teknologi AS ke Huawei dan SMIC,” tambahnya.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu