IHSG Awal Pekan Ini 15/01/2024

Proyeksi penguatan terlihat mengiringi perdagangan saham pada hari Senin (15/1), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diharapkan akan menguat. William Surya Wijaya, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, menyampaikan bahwa saat ini indeks sedang dalam fase konsolidasi, dengan potensi penurunan tekanan yang dapat memberikan dampak positif.

Pentingnya data ekonomi neraca perdagangan yang akan dirilis pada hari tersebut juga menjadi fokus perhatian. William menyatakan keyakinannya bahwa data tersebut masih menunjukkan stabilitas, yang bisa memengaruhi pergerakan IHSG. Dalam mengamati tren, William memperkirakan bahwa IHSG bergerak dalam kisaran support 7.123 hingga resistance 7.272. Sebagai tambahan, ia memberikan rekomendasi saham pilihan, termasuk ASII, ITMG, BBRI, SMGR, dan BMRI.

Ivan Rosanova, seorang analis dari Binaartha Sekuritas, juga melihat potensi penguatan pada IHSG. Menurutnya, level support IHSG berada di 7.111, 7.021, dan 6.931, dengan level resisten di 7.300, 7.422, dan 7.503. Analisisnya memperkuat sentimen positif terhadap pergerakan indeks saham.

Pada sesi sebelumnya, IHSG berhasil mencapai level 7.241 pada Jumat (12/1), mengalami kenaikan sebesar 21,17 poin atau 0,29 persen dari perdagangan sebelumnya. Investor aktif terlibat dalam transaksi senilai Rp9,32 triliun dengan volume saham mencapai 17,18 miliar saham, menurut data dari RTI Infokom.

Pergerakan IHSG pada hari itu mencatat bahwa dari 228 saham yang diperdagangkan, 281 saham mengalami koreksi, sementara 257 saham lainnya stagnan. Dalam catatan tersebut, delapan dari sebelas indeks sektoral terlihat melemah, dengan sektor infrastruktur menunjukkan penurunan signifikan sebesar 1,14 persen.

Namun, sentimen positif masih mendominasi pasar, menciptakan optimisme di kalangan investor. Proyeksi tersebut didukung oleh performa saham-saham unggulan yang terus menunjukkan potensi kenaikan. Pilihan saham dari William, seperti ASII, ITMG, BBRI, SMGR, dan BMRI, menjadi sorotan karena diduga memiliki performa yang solid.

Tentu, pasar saham selalu melibatkan risiko, dan investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG. Sentimen pasar global, kebijakan pemerintah, dan perkembangan ekonomi global tetap menjadi variabel penting yang dapat mempengaruhi kondisi pasar saham di Indonesia.

Dengan demikian, proyeksi positif terhadap IHSG pada perdagangan Senin (15/1) tampaknya membawa harapan baru bagi para pelaku pasar, sementara analisis dari para ahli memberikan pandangan yang komprehensif untuk membantu investor membuat keputusan yang tepat.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu