IHSG Terkini 2/07/2024

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan sesi I Selasa (2/7/2024), menandai lima hari berturut-turut IHSG berada di zona hijau. Pada awal perdagangan hari ini, IHSG naik 0,26% ke level 7.158,3. Namun, 23 menit setelah dibuka, penguatannya menurun menjadi hanya 0,01% ke 7.140,15.

Nilai transaksi IHSG pada sesi awal hari ini telah mencapai sekitar Rp 1,6 triliun dengan volume transaksi sebanyak 2,1 miliar saham yang diperdagangkan dalam 151.642 kali transaksi.

Penguatan IHSG terjadi di tengah ekspektasi investor terhadap pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat, Jerome Powell.

Powell akan menjadi fokus perhatian para pelaku pasar hari ini karena pidatonya dapat memberikan indikasi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Jerome Powell akan berbicara dalam acara Diskusi Panel Kebijakan oleh Forum Bank Sentral Eropa (ECB) tentang Perbankan Sentral 2024 di Sintra, Portugal.

Penting untuk memperhatikan bagaimana Powell berkomentar tentang kondisi ekonomi global saat ini dan prospek kebijakan moneter The Fed ke depan, terutama mendekati pemilu AS pada semester II-2024.

Para pelaku pasar memperkirakan bahwa suku bunga The Fed akan dipangkas dua kali hingga akhir tahun ini.

Berdasarkan data dari perangkat Fedwatch, pemangkasan pertama diprediksi akan terjadi pada pertemuan September sebesar 25 basis poin menjadi 5,00% – 5,25%, dengan probabilitas 59,9%. Kemudian, pada pertemuan Desember, diperkirakan akan ada pemangkasan lagi sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% – 5,00%.

Optimisme para pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga ini didukung oleh komentar pejabat The Fed yang yakin bahwa kebijakan suku bunga saat ini dapat menekan inflasi ke target.

Presiden The Fed New York, John Williams, menyatakan keyakinannya bahwa tekanan harga telah kembali ke tingkat yang ditargetkan oleh bank sentral, dalam komentarnya pada Minggu (30/6/2024) lalu.

“Saya yakin bahwa kami di The Fed berada di jalur untuk mencapai sasaran inflasi 2% secara berkelanjutan,” kata Williams dalam sebuah video untuk konferensi Bank for International Settlements yang dipublikasikan pada Senin kemarin. Namun, dia tidak berkomentar mengenai prospek kebijakan moneter.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu