IHSG Turun Setelah Menguat

IHSG Menguat Namun Melemah ke Level 7.280 pada Penutupan Perdagangan
Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan, tetapi kehilangan momentum setelah beberapa saat dan turun ke level 7.280. Pada penutupan perdagangan, IHSG berada pada posisi 6.720,26.

Berdasarkan data RTI per tanggal 9 Januari 2024, IHSG mencapai puncak tertingginya di level 7.311 dan terendah di level 7.270. Dalam sesi perdagangan tersebut, terdapat 195 saham yang mengalami kenaikan, 221 saham turun, dan 215 saham stagnan.

Menurut riset Ajaib Sekuritas, beberapa sentimen mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Cadangan Devisa (Cadev) pada bulan Desember 2023 mencapai US$146,4 miliar. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan November 2023 yang sebesar US$138,1 miliar, dan merupakan posisi tertinggi sejak September 2021. Peningkatan Cadev ini dipicu oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, yang berpotensi menopang stabilitas ekonomi nasional.

Dari luar negeri, indeks sentimen ekonomi di kawasan Eropa pada bulan Desember 2023 mengalami kenaikan menjadi 96,4, dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 94,0. Data ini mencerminkan optimisme pelaku usaha dan konsumen terhadap kondisi ekonomi di kawasan tersebut.

Sementara itu, di Asia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Jepang pada bulan Desember 2023 mencapai 37,2, mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya yang sebesar 36,1, dan menjadi yang tertinggi sejak Desember 2021. Di sisi lain, Cadangan Devisa (Cadev) di Singapura pada bulan Desember 2023 meningkat menjadi SGD463 miliar, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar SGD461,1 miliar.

Melalui berbagai sentimen tersebut, pergerakan IHSG tetap menjadi fokus perhatian pelaku pasar untuk mengantisipasi dinamika ekonomi dan keuangan yang terus berkembang. (ara/ara)

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu