Iming-iming Puluhan Juta, Muncikari Jebak Wanita Jadi PSK Online Semarang

Iming-iming Puluhan Juta, Muncikari Jebak Wanita Jadi PSK Online Semarang

Seorang muncikari menjebak empat wanita dengan memasang lowongan kerja dengan gaji puluhan juta rupiah. Para korban ternyata dijadikan pekerja seks komersil (PSK) online di Semarang, Jawa Tengah.
Kepolisian Semarang, Kombes Irwan Anwar, menjelaskan polisi mendapat informasi adanya praktik prostitusi di salah satu kos daerah Gayamsari Kota Semarang. Tim Elang Kepolisian Semarang kemudian mendatangi lokasi.

“Setelah ditindaklanjuti kemudian di TKP persisnya di rumah kos jalan Gayamsari itu ditemukan praktik prostitusi di tempat itu. Ada sepasang bukan suami istri dan ada korban lain yang disiapkan sebagai tanda kutip wanita penghibur atau wanita panggilan,” jelas Irwan di Mapolrestabes Semarang, Senin (22/11/2021).

Total ada empat wanita di lokasi dan pelaku bernama Darwin Pratomo (33) warga Kabupaten Kendal. Modus yang dilakukan yaitu Darwin memposting lowongan pekerjaan di media sosial dengan iming-iming gaji Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per bulan dengan fasilitas mes.

“Ini untuk merekrut seolah-olah butuh karyawan dengan gaji harian, disiapkan mes. Pendapatan bisa Rp 25-30 juta dalam sebulan, yang minat bisa inbox. Lewat sarana ini pelaku temukan empat korban,” jelasnya. Korban yang terjerat datang dari Palembang Jepara, dan Tangerang. Para korban juga diminta tanda tangan kontrak oleh pelaku. Setelah itu para korban ditawarkan ke netizen lewat medsos atau aplikasi chating selama dua bulan terakhir ini.

“Ada empat pernyataan yang ditandatangani korban dengan terpaksa,” tegas Irwan. Sementara itu Darwin mengaku sudah pernah melakukan praktik tersebut bulan Februari lalu kemudian berhenti dan bulan Oktober ia kembali merekrut orang. Ia mengaku ada syarat perekrutan. “Usia maksimal 30 tahun, tidak boleh gendut,” kata Darwin.
Menurutnya korban awalnya mengira pekerjaan yang ditawarkan adalah pemandu lagu karaoke. Kemudian ia merayu para korban agar mau bekerja untuknya. “Ya meyakinkan, disediain tempat tinggal, kalau belum dapat uang, makan dari saya,” ujar Darwin.

Selain melayani hidung belang, para korban juga harus melayani tersangka. Darwin mengaku jika korban dapat uang Rp 600 ribu dari pelaku maka ia kebagian Rp 200 ribu. “Kalau dapatnya Rp 600 , dia (korban) dapat Rp 400 ribu, saya Rp 200 ribu,” katanya.

Pelaku dijerat Pasal 2 ayat (1) UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling 15 tahun dan dipidana denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta dan/atau Pasal 296 KUHPidana dan diancam dengan pidana penjara minimal 1 tahun 4 bulan.

You might also like
Tags: , , , ,

More Similar Posts

Menu