Indikasi IHSG Awal Pekan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penurunan terbatas dalam perdagangan hari Senin (22/1).

William Surya Wijaya, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, menyatakan bahwa IHSG sedang berusaha untuk keluar dari rentang konsolidasinya. Meskipun demikian, ia menunjukkan bahwa tekanan penurunan IHSG tampaknya sudah cukup terbatas. Meski begitu, William tetap memperingatkan adanya potensi koreksi wajar yang perlu diwaspadai oleh para investor.

William mencatat bahwa pergerakan IHSG saat ini masih didukung oleh arus modal yang masuk ke pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini. Meskipun demikian, fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas dianggap masih akan memengaruhi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Proyeksi William menunjukkan bahwa pasar saham diperkirakan akan bergerak dalam kisaran antara level support 7.123 dan resistance 7.272 pada hari tersebut.

Sementara itu, Ivan Rosanova, seorang analis dari Binaartha Sekuritas, mengamati bahwa IHSG gagal menembus level 7.281 dan penutupan harian IHSG masih berada di bawah garis Simple Moving Average (SMA)-20. Menurutnya, kondisi ini mengindikasikan bahwa IHSG tetap dalam fase konsolidasi dan masih memiliki potensi untuk melemah menuju target terdekat pada gelombang c dari (iv) di level 7.111, sesuai dengan analisis retracement Fibonacci.

Ivan memproyeksikan pergerakan IHSG dengan level support 7.111 dan resistance 7.300.

Pada penutupan sebelumnya, IHSG berada di level 7.227, mengalami penurunan sebesar 25,56 poin atau 0,35 persen pada Jumat (19/1). Data dari RTI Infokom mencatat bahwa total transaksi investor mencapai Rp9,55 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,46 miliar saham. Saat penutupan, terdapat 196 saham yang menguat, 327 saham yang mengalami penurunan, dan 238 saham lainnya stagnan.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu