Internet di Indonesia Terhambat

Internet di Indonesia Masih Terhambat oleh Beban Biaya Tinggi
Internet di Indonesia masih menunjukkan keterbatasan dalam hal kecepatan dan aksesibilitasnya. Salah satu faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah beban biaya hak penyelenggaraan (BHP) frekuensi yang ditanggung oleh operator telekomunikasi, seperti Telkomsel, Indosat, XL, dan Smartfren. Beban biaya yang terus meningkat selama satu dekade terakhir telah membuat sulit bagi perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan investasi dalam pembangunan infrastruktur internet yang lebih luas.

Menurut data dari Ookla, pada Desember 2023, Indonesia menempati peringkat kedua terakhir dalam kecepatan internet di Asia Tenggara, setelah Sri Lanka. Kecepatan internet mobile Indonesia adalah 24,96 Mbps, menempatkannya di peringkat 97 dari 148 negara, sedangkan kecepatan internet fixed broadband menempati peringkat 126 dari 178 negara dengan kecepatan 27,76 Mbps.

Beban BHP yang terlalu tinggi ini telah menyebabkan pertumbuhan yang tidak seimbang antara beban biaya dan pendapatan. Data menunjukkan bahwa beban BHP terhadap pendapatan operator telekomunikasi terus meningkat selama 10 tahun terakhir, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 12,10%. Pada tahun 2022, beban BHP bahkan mencapai 11,40% dari pendapatan, melebihi batas yang dianggap mendukung keberlanjutan industri.

Beban yang tinggi ini juga menghambat investasi dalam peningkatan infrastruktur, terutama dalam mengakselerasi teknologi 5G. Meskipun akselerasi jaringan 5G telah meningkat sebesar 54% hingga kuartal III/2023, kontribusinya masih rendah, hanya 19% dari total jaringan yang ada.

Namun, tantangan besar masih menghadang dalam mengakselerasi jaringan 5G ke seluruh wilayah Indonesia. Alokasi tambahan frekuensi baru yang dibutuhkan untuk layanan seluler, termasuk 5G, dapat meningkatkan beban BHP frekuensi bagi penyelenggara seluler, yang dapat mengancam keberlanjutan bisnis mereka.

Dalam konteks ini, langkah-langkah perlu diambil untuk mengurangi beban biaya dan mendorong investasi yang lebih besar dalam infrastruktur internet. Hal ini penting untuk meningkatkan kecepatan dan aksesibilitas internet di Indonesia, serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi di masa depan.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu