JPU Ajukan Banding Husen

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang mengambil langkah banding terkait vonis yang dijatuhkan kepada Muhammad Husen, pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Irwan Hutagalung, pemilik usaha air isi ulang di Tembalang, Semarang. Dalam persidangan sebelumnya, JPU telah menuntut hukuman seumur hidup bagi Husen, namun hakim memutuskan memberikan vonis 20 tahun penjara.

Alasan utama JPU mengajukan banding adalah untuk memenuhi rasa keadilan yang diharapkan oleh keluarga korban. Ardhika Wisnu, JPU Kejari Kota Semarang, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan aspirasi keluarga korban dan sesuai petunjuk pimpinan serta peraturan kejaksaan terkait tuntutan perkara pidana umum.

Pengacara Husen, Taufiqurohman, merespons langkah JPU dengan menyatakan bahwa pihaknya akan mengajukan kontra memori banding setelah meminta kuasa dari Husen. Meskipun Husen telah menggunakan jasanya secara probono selama proses hukum, Taufiqurohman berkomitmen untuk mendukung kliennya hingga putusan akhir, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan upaya hukum peninjauan kembali (PK).

Taufiqurohman menganggap bahwa vonis 20 tahun sudah sebanding dengan perbuatan Husen, yang didorong oleh amarah atau emosi akibat situasi tertentu. Dia berharap agar putusan tingkat banding tetap adil, bahkan mungkin lebih ringan dari putusan tingkat pertama.

Sebelumnya, keluarga Irwan Hutagalung telah menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap putusan hakim. Melalui perwakilan mereka, Michael Velando, keluarga memohon kepada JPU untuk mengajukan banding, merinci bahwa perbuatan Husen dianggap sangat kejam dan sadis, serta tidak manusiawi. Kasus ini tidak hanya mencakup pembunuhan, tetapi juga mutilasi dan pengecoran tubuh korban di dalam kios usaha Irwan Hutagalung, yang telah mengakibatkan trauma dan kesedihan mendalam bagi keluarga korban.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu