Kabar Minyak Dunia 11/7/2024

Harga minyak mentah dunia berhasil mencatat pergerakan positif dan mematahkan tren pelemahan tiga hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya. Peningkatan harga minyak mentah ini didorong oleh kurangnya persediaan minyak mentah dan bensin.

Harga minyak mentah WTI berjangka melonjak 0,85% menjadi US$82,1 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent juga naik 0,50% menjadi US$85,08 per barel.

Pada pembukaan perdagangan Kamis (11/7/2024), harga minyak mentah WTI menguat 0,37% menjadi US$82,4 per barel, dan harga minyak mentah Brent naik 0,43% menjadi US$85,45 per barel.

Harga minyak terus naik pada awal perdagangan Kamis karena persediaan minyak mentah menurun setelah kilang minyak Amerika Serikat (AS) meningkatkan pemrosesan dan persediaan bensin berkurang, menandakan permintaan yang lebih kuat.

Persediaan minyak mentah AS turun 3,4 juta barel menjadi 445,1 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 5 Juli, jauh melebihi ekspektasi analis Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 1,3 juta barel.

Persediaan bensin turun 2 juta barel menjadi 229,7 juta barel, jauh lebih besar dari penurunan yang diperkirakan sebesar 600.000 barel selama pekan libur Hari Kemerdekaan AS.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga tetap optimis dengan perkiraannya untuk pertumbuhan permintaan minyak global yang relatif kuat pada tahun 2024 dan tahun depan. Mereka mengatakan pada hari Rabu bahwa pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan meningkatnya perjalanan udara akan mendukung penggunaan bahan bakar pada bulan-bulan musim panas.

Namun, kenaikan harga minyak mentah dunia masih dibatasi oleh gangguan pasokan di kilang dan fasilitas produksi lepas pantai akibat badai Beryl yang minim.

Sementara itu, data inflasi AS yang akan dirilis minggu ini, termasuk Indeks Harga Konsumen pada hari Kamis dan laporan Indeks Harga Produsen pada hari Jumat, dapat menentukan arah pasar.

Ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September meningkat menjadi 74% dari sekitar 70% pada hari Selasa dan 45% sebulan yang lalu, menurut FedWatch CME.

Suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya pinjaman, yang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan permintaan minyak mentah.

Ketua The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral AS akan membuat keputusan suku bunga “kapan dan saat” dibutuhkan, menepis anggapan bahwa pemotongan suku bunga pada bulan September dapat dilihat sebagai tindakan politik menjelang pemilihan presiden pada musim gugur.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu