Kabar Rupiah 11/7/2024

Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah bank sentral AS (The Fed) semakin membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga tahun ini.

Menurut data dari Refinitiv, rupiah dibuka menguat 0,15% menjadi Rp16.210/US$ pada hari ini, Kamis (11/7/2024). Penguatan ini sejalan dengan yang terjadi kemarin (10/7/2024), yang ditutup naik sebesar 0,06%.

Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,09% menjadi 104,95 pada pukul 08:50 WIB, lebih rendah dibandingkan posisi kemarin yang berada di angka 105,05.

Pasar menunjukkan sentimen positif terutama setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan kekhawatiran bahwa mempertahankan tingkat suku bunga terlalu tinggi terlalu lama dapat merugikan pertumbuhan ekonomi. Powell menyebutkan adanya sedikit penurunan inflasi yang konsisten dan sesuai dengan target The Fed yaitu sekitar 2%.

Perlu diketahui bahwa inflasi AS diperkirakan turun menjadi 3,1% (year on year/yoy) pada Juni tahun ini dari sebelumnya 3,3% yoy. Dengan inflasi yang melandai, ada harapan The Fed akan segera memangkas suku bunga.

“Powell tampil sedikit lebih dovish dari yang kami perkirakan, ia mencoba memberi sinyal ke pasar bahwa jika ada angka inflasi yang bagus minggu ini, September dapat dipertimbangkan untuk penurunan suku bunga,” ujar Chris Zaccarelli, kepala investasi untuk Independent Advisor Alliance, dikutip dari CNBC International.

Namun, The Fed masih membutuhkan data tambahan untuk semakin meyakinkan keputusan pemangkasan suku bunga yang diperkirakan akan terjadi tahun ini.

Jika pemangkasan suku bunga benar terjadi tahun ini, hal ini akan menjadi angin segar bagi pasar keuangan domestik, termasuk rupiah, karena tekanan terhadap mata uang Garuda akan semakin berkurang.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu