Kabar Rupiah 2/07/2024

Rupiah menunjukkan tren penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir. Namun, pada hari ini, Selasa (2/6/2024), pidato Jerome Powell kemungkinan besar akan mempengaruhi pasar.

Pergerakan rupiah kemarin dipengaruhi oleh data aktivitas manufaktur yang terlihat pada Purchasing Manager’s Index (PMI) dan inflasi periode Juni 2024 yang telah dirilis.

S&P Global melaporkan bahwa PMI manufaktur Indonesia pada bulan lalu turun ke angka 50,7 dari 52,1 pada Mei. Meskipun turun, PMI manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansif.

PMI menggunakan angka 50 sebagai batas pemisah. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi ekonomi, sementara angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi ekonomi.

Selain data manufaktur dari dalam negeri, juga ada data inflasi periode Juni 2024 yang telah dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hasilnya lebih rendah dari ekspektasi pasar sebelumnya.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia untuk Juni 2024 mengalami deflasi sebesar 0,08% secara bulanan (month-to-month/mtm), dari sebelumnya 0,03% pada Mei. Secara tahunan (year-on-year/yoy), IHK Indonesia mencapai 2,51% pada bulan lalu, turun dari 2,84% pada Mei. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 10 institusi memperkirakan inflasi Juni 2024 akan mencapai 0,07% (mtm) dan 2,74% (yoy).

Meskipun data PMI manufaktur cenderung lesu dan Indonesia kembali mengalami deflasi secara bulanan, IHSG tetap melanjutkan penguatannya, didukung oleh rebound saham-saham berkapitalisasi besar, terutama saham bank raksasa.

Hari ini, pidato kepala Federal Reserve AS, Jerome Powell, akan menjadi sentimen utama di perdagangan. Para pelaku pasar menantikan petunjuk kebijakan suku bunga yang akan diambil.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal, dalam basis waktu per jam, pergerakan saat ini mulai terkonsolidasi. Potensi penguatan terdekat bisa menuju Rp16.300/US$, yang merupakan level psikologis terdekat dan berdekatan dengan garis horizontal dari low candle intraday 1 Juli 2024.

Sementara itu, area resistance atau pelemahan yang perlu diwaspadai berada di Rp16.365/US$, bertepatan dengan garis rata-rata selama 50 jam atau MA50.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu