Kabar Rupiah 25/10/2023

Nilai tukar rupiah melemah saat dibuka pada perdagangan pagi Rabu (25/10) di pasar spot. Ini terjadi setelah rupiah menguat sehari sebelumnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ke Istana Negara.

Dalam data dari Refinitiv, mata uang Garuda terdepresiasi sebesar 0,09% menjadi Rp 15.860/US$, setelah sebelumnya pada penutupan perdagangan Selasa (24/10) mencapai Rp 15.845/US$ atau menguat sebesar 0,53%. Kemarin, rupiah mengakhiri tren pelemahan empat hari berturut-turut yang dimulai sejak 18 Oktober 2023.

Kenaikan rupiah sebelumnya terjadi setelah Jokowi mengundang KSSK ke Istana Negara untuk memberikan pembaruan tentang situasi dan perkembangan ekonomi global. Namun, kepercayaan pasar tampaknya berkurang dengan rupiah melemah saat dibuka.

Pada pertemuan dengan presiden beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, bersama dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, hadir.

KSSK akan mengeluarkan paket kebijakan sebagai respons terhadap situasi ekonomi terkini, terutama yang dipengaruhi oleh ketidakstabilan global yang berdampak pada ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.

Sri Mulyani menyatakan, “Kita akan terus menyelaraskan kebijakan moneter dan fiskal agar di situasi di mana pemicunya berasal dari negara seperti Amerika Serikat, dampaknya pada ekonomi kita dapat dikelola dan diminimalkan, baik terkait nilai tukar, inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun stabilitas sistem keuangan.”

Mengenai pelemahan rupiah, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa depresiasi masih dalam batas yang aman. Ia menekankan bahwa depresiasi rupiah saat ini masih dapat dikelola dengan aman dalam berbagai sektor, mulai dari sektor riil hingga perbankan. Selain itu, Jokowi menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kuat, dengan pertumbuhan di atas 5%, bahkan ketika ekonomi dunia lainnya mengalami perlambatan bahkan kontraksi.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu