Kasus Kematian Anak SD

Anak SD di Semarang Meninggal dengan Luka di Organ Vital, Orangtua dan Kakak Terlibat? Polisi: Kasus Meninggal Tak Wajar

Seorang siswi Sekolah Dasar di Semarang, yang dikenal dengan inisial DWK (12 tahun), meninggal secara tidak wajar, memunculkan keterlibatan orangtuanya dan kakaknya dalam peristiwa tragis tersebut. Kasus kematian DWK telah menarik perhatian pihak kepolisian.

DWK, seorang siswi kelas 6 dari Semarang Timur, Kota Semarang, diduga telah mengalami pelecehan seksual, yang dinyatakan oleh adanya luka pada bagian intimnya.

Ketua RW di lokasi kejadian, Agus Dwi Cahyono, menyatakan bahwa informasi awal tentang kematian korban kemudian mengarah ke ranah hukum, memicu investigasi yang sedang berlangsung oleh pihak kepolisian.

Warga setempat dikabarkan menerima berita bahwa DWK meninggal di RS Panti Wilasa Citarum pada pukul 03.30 WIB. Namun, mayat korban tidak segera pulang ke rumahnya, melainkan dipindahkan ke RSUP Kariadi untuk menjalani autopsi.

Sebelum kepergiannya, DWK dilaporkan mengalami sakit panas dan hanya mendapatkan perawatan di Puskesmas. Namun, setelah dibawa ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.

Korban tinggal bersama kedua orangtua dan seorang kakak laki-laki berusia 18 tahun. Polisi telah memeriksa ketiganya terkait meninggalnya DWK.

Menurut Kapolsek Semarang Timur, Iptu Iwan Kurniawan, hasil autopsi menunjukkan adanya perubahan bentuk di bagian dubur dan sobekan di selaput vagina. Hal ini mengindikasikan kemungkinan adanya kejanggalan dalam kematian DWK.

Kematian yang tidak wajar ini mengundang perhatian Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang secara tegas mengutuk dugaan kekerasan seksual terhadap anak perempuan yang berujung pada kematian. Ia meminta agar pelaku ditindak seberat mungkin.

Wali Kota juga menekankan pentingnya kerjasama pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam menangani kasus-kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak. Program edukasi tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga menjadi kunci untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang.

Pemerintah Kota Semarang juga telah menerapkan program untuk menerima aduan dan memberikan pendampingan kepada korban pelecehan. Hal ini bertujuan untuk melindungi korban tanpa harus terpapar secara berlebihan di publik.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu