Kasus Korupsi Besar Indonesia

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Merugikan Indonesia: PT Timah Rugikan Negara Rp300 Triliun, Kalahkan Skandal BLBI. Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah bersiap mendakwa sejumlah tersangka dalam kasus korupsi tata niaga timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah, dengan kerugian negara mencapai Rp300 triliun. Jumlah ini menjadikan kasus korupsi PT Timah sebagai yang terbesar dalam sejarah Indonesia, mengalahkan skandal BLBI dan Asabri.

Kasus Korupsi Timah Rp300 Triliun

Kejagung telah menetapkan 21 tersangka terkait dugaan korupsi tata niaga timah di IUP PT Timah untuk periode 2015-2020. Para tersangka termasuk Direktur Utama PT Timah 2016-2021, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, serta Harvey Moeis dari PT Refined Bangka Tin. Kasus ini dinilai merugikan negara hingga Rp300 triliun, menurut estimasi terbaru dalam kajian Institut Pertanian Bogor (IPB).

Beberapa minggu lalu, ahli lingkungan IPB, Bambang Hero Saharjo, mengungkapkan bahwa kerugian ekologis akibat kasus ini mencapai Rp271 triliun. Perhitungan ini berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 7/2014 tentang kerugian akibat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. Kerugian tersebut terdiri dari kerugian ekologis Rp183,7 triliun, ekonomi lingkungan Rp74,4 triliun, dan biaya pemulihan lingkungan Rp12,1 triliun.

Skandal BLBI Rp138,4 Triliun

Sebelum kasus timah, skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menjadi kasus korupsi terbesar. Terjadi saat krisis moneter 1997, BLBI mengakibatkan kerugian negara Rp138,4 triliun. Puluhan bank yang runtuh menerima dana bantuan Rp147,7 triliun dari BI, yang kemudian diselewengkan. Kasus ini ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2008, dan beberapa pelaku seperti Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim sudah diadili.

Kasus Surya Darmadi Rp78 Triliun

Kasus korupsi yang melibatkan penyalahgunaan izin perkebunan di Indragiri Hulu pada awal 2000-an mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp78 triliun. Pemilik PT Darmex Group/PT Duta Palma, Surya Darmadi, bekerja sama dengan Bupati Indragiri Hulu 1999-2008, Raja Thamsir Rachman, untuk menyerobot ribuan hektare lahan negara. Pada Februari 2023, Surya divonis 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar serta harus membayar kerugian ekonomi Rp39,7 triliun.

Kondensat Ilegal Rp37,8 Triliun

Kasus ini terjadi ketika Dirut PT TPPI, Honggo Wendratno, mengajukan program PSO kepada BP Migas dan berhasil merugikan negara senilai Rp37,8 triliun. Pada Juni 2020, Honggo divonis 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, namun ia masih berstatus buron.

Skandal Asabri Rp22,78 Triliun

Kasus korupsi yang melibatkan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) ini mengakibatkan kerugian negara Rp22,78 triliun. Manajemen Asabri didakwa melakukan korupsi dalam investasi saham dan reksa dana pada periode 2012-2019. Salah satu tersangka, Benny Tjokro, yang juga terkait dengan kasus Jiwasraya, divonis penjara seumur hidup dan harus membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp5,73 triliun.

Kasus-kasus korupsi ini menunjukkan besarnya kerugian negara akibat tindakan tidak bertanggung jawab dari para pelaku. Upaya penegakan hukum terus dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari korupsi terhadap perekonomian dan lingkungan Indonesia.

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu