Atasi Kebutuhan Gizi di Tengah Keterbatasan Lahan Dengan Kebun Keluarga

Atasi Kebutuhan Gizi di Tengah Keterbatasan Lahan Dengan Kebun Keluarga

Konsep kebun keluarga atau urban farming menjadi solusi dalam mengatasi kebutuhan gizi keluarga terutama dari sayuran maupun buah-buahan di tengah keterbatasan lahan. Bahkan bilamana perlu hasil panen kebun berpeluang di jual ke luar sehingga memberikan pendapatan tambahan.

“Saya di rumah juga merasa perlu membuat kebun keluarga. Saya menanam padi di pot rumah. Satu pot terdapat tiga rumpun jenis padi. Ada puluhan pot, yang bisa panen cukup lumayan,” terang Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu saat menghadiri panen selada hidroponik di RT 2 RW 3 Salaman Mloyo Semarang Barat.

Hadir pula Guru Besar Prof Dr Tri Retnaningsih Soeprobowati dan para dosen Sekolah Pascasarjana Undip. Selebihnya mengundang warga yang selama ini aktif menanam sayur dan buah-buahan di kebun keluarga.Hevearita atau yang akrab disapa Ita, menambahkan kebun keluarga menjadi pilihan tepat warga di tengah perkotaan. Diinginkan warga tak bosan merawat tanaman supaya tumbuh subur dan hasilnya bisa dinikmati bersama keluarga.

“Jangan bosan menyiram tanaman ya. Atau kalau dalam istilah Jawa, jangan datnyeng. Tidak boleh bosan dalam memberi air maupun memupuk, karena tanaman tidak bisa menunggu atau di semayani nanti bisa jadi layu sebelum berkembang,” pesan Ita.

You might also like
Tags: , , ,

More Similar Posts

Menu