Kejari Gelar Pemusnahan Barang Bukti Kriminal 150 Kasus di Hari Bhakti Adhyaksa Ke-61

Kejari Gelar Pemusnahan Barang Bukti Kriminal 150 Kasus di Hari Bhakti Adhyaksa Ke-61

Pemusnahan barang bukti hasil sitaan 150 kasus tindak pidana yang berhasil diungkap Polres Demak dan Bea Cukai Semarang digelar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari), pada Jumat (16/7/2021).

Pemusnahan dilangsungkan di halaman kantor Kejari dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 pada tahun 2021. Barang bukti yang dimusnahkan berupa barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Pemusnahan barang bukti hasil sitaan dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Demak Suhendra bersama Bupati Demak Esti’anah, Wakil Bupati Ali Makhsun, Kapolres AKBP Andhika Bayu Adittama, Dandim Letkol Arh Muhamad Ufiz, Ketua PN Demak Didit Pambudi, Ketua DPRD Fahrudin Bisri Slamet, Kepala Dinaas Kesehatan Guvrin Heru Putranto, dan Kepala Rutan Kelas IIB Kabupaten Demak.

Berdasar yang disampaikan Suhendra, barang bukti berasal dari berbagai perkara antara lain narkoba, penyalahan obat, minuman keras, dan kepabeanan dari bea cukai serta penganiayaan.

Sekitar 50 paket sabu-sabu sebesar 1 gram, pil warna kuning berlogo MF, inex, pil warna putih belogo Y, Trihex DMP sebanyak 15.267 butir, minuman keras sebanyak 168 botol, 10 jenis senjata tajam, dan rokok tanpa dilengkapi pita cukai sebanyak 1.394.416 batang juga sejumlah telepon seluler yang menjadi bagian alat bukti tindak kejahatan ini dimusnahkan.

“Semua barang-barang ini kami musnahkan yng proes pemusnahannya dihadiri Forkopimda Kabupaten Demak dan petugas bea cukai Kota Semarang sebagai penyidik dn Hakim yang memutus perkara ini,” jelasnya.

Bupati Demak Eisti’anah dan wakil Bupati Ali Makhsun serta Forkopimda secara simbolis bersama-sama memusnahkan barang-barang tersebut. Rokok ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar di dalam tong, sabu-sabu dan narkoba diblender dicampur dengan porstex pembersih lantai, serta telepon seluler dipotong-potong menggunakan gergaji mesin.

Kasus terbanyak dari 150 perkara yang telah diputus dengan kekuatan hukum tetap ialah kasus narkotika dan penganiayaan.

Di lain sisi, Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adittama menyampaikan, pandemi Covid-19 tidak menghalanginya dan para jajarannya untuk melangsungkan penindakan hukum termasuk mengungkap kasus-kasus kriminalitas yang terjadi di wilayahnya.

You might also like
Tags: , , , ,

More Similar Posts

Menu