Usai ‘404: Not Found’, ‘Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan’, Apa Selanjutnya?

Petugas Satpol PP kembali menemukan mural Jokowi bertemakan kritik sosial. Kali ini  mural yang dihapus bertuliskan ‘Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan’ ditemukan di Jalan RE Martadinata, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin menyiah mural tersebut dihapus supaya tidak muncul penafsiran yang beragam di masyarakat.

“Semata-mata untuk mencegah kesalahan persepsi dan menimbulkan multitafsir,” ujar Muzaiyin, pada Jumat (20/8/2021).

“Tulisan yang ditulis oknum tidak dikenal ini langsung kami hapus. Malam Kamis sudah dilakukan penghapusan dan dilakukan pengecatan ulang,” imbuhnya.

Mural ‘Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan’ ditulis di tembok dengan huruf kapital dan stroke hitam serta berlatar kuning. Di sudut kiri mural tersebut tertulis kalimat ‘Seni Bukan Kriminal’.

Menhindari multitafsir, Muzaiyin menilai coretan tersebut merusak keindahan ruang publik, dan meminta warga agar bersama-sama menjaga keindahan kota dengan tidak melakukan aksi corat-coret di tembok.

“Harapan kita ruang publik dan fasilitas umum lainnya dipelihara dengan baik dan terbebas dari aksi corat-coret, terutama hal-hal yang berkaitan menimbulkan kesalahan persepsi. Intinya kami berharap ada kepedulian warga kota untuk menjaga keindahan dan kenyamanan kota kita juga,” urainya.

Mulanya, mural dengan tulisan serupa juga telah dihapus di Ciledug, Kota Tangerang. Mural tersebut terpampang di sebuah pintu seng di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Ciledug dan telah dicat ulang dengan warna lain sehingga tulisan di gambar tersebut tak terlihat lagi.

Camat Ciledug, Syarifuddin mengklaim mural tersebut telah ditiadakan pada Selasa (17/8/2021) atas permintaan warga karena dianggap tak semestinya dibuat di atas tembok ataupun pintu.

“Kalau dari sisi seni sih baguslah, tapi karena bukan pada tempatnya akhirnya jadi enggak nyaman,” pungkas Syarifuddin.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Menu