Komitmen Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam menangani permasalahan gizi buruk dan kasus stunting di wilayah yang dipimpinnya terus diwujudkan dalam berbagai upaya.
Terbaru, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu membuka rumah gizi yang memiliki kebun gizi di Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang.
Hendi pun menekankan bahwa gizi buruk dan stunting adalah persoalan yang penting karena berdampak pada pembentukan kualitas sumber daya manusia.
“Permasalahan gizi buruk dan stunting tidak hanya dipandang sebagai masalah kesehatan, namun juga berdampak terhadap kualitas dan kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh bangsa Indonesia,” terang Wali Kota Semarang tersebut.
Apalagi dirinya pada masa pandemi covid-19 angka stunting menjadi kembali meningkat. “Angka stunting pada tahun 2020 naik jika dibandingkan dengan tahun 2019, sebelum pandemi.
Tahun 2019, angka stunting di Kota Semarang tercatat 2,5%, sementara pada tahun 2020 naik menjadi 3,13%,” terang Hendi.
Untuk itu, pihaknya terus mendorong jajarannya di pemerintah kota Semarang dan masyarakat untuk bisa menekan angka stunting.
Usahanya pun kemudian membuahkan hasil dengan angka stunting yang bisa kembali ditekan.
“Alhamdulillah, berdasarkan data DKK di tahun 2021 berhasil kita tekan kembali. Ini tentu berkat kolaborasi peran seluruh pihak melalui konsep Bergerak Bersama,” tegas Wali Kota Semarang tersebut. Upaya kolaborasi Pemerintah Kota Semarang bersama masyarakat itu pun memperoleh apresiasi dari Kementeriaan PPPA.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga saat meninjau Rumah Gizi Kota Semarang beberapa waktu lalu menyatakan penghargaannya atas berdirinya rumah gizi dalam upaya penanganan anak stunting di Kota Semarang.
Menurutnya, rumah gizi memberikan pendampingan yang dibutuhkan untuk menangani anak-anak kurang gizi.
Di Kebun gizi ditanam berbagai sayuran dan terdapat budi daya ikan serta peternakan ayam secara modern. Hasil dari kebun gizi hasilnya dimanfaatkan untuk penanggulangan gizi buruk dan stunting.