Kota Semarang Sudah Naik PPKM Level 2

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Semarang naik menjadi level 2. Dimana sebelumnya, Kota Semarang telah berada pada status PPKM Level 1.

Pembaruan level ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2022 yang keluar pada Selasa (4/1/2022).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menghimbau, Kota Semarang sebenarnya masuk dalam level 1 sesuai dengan perhitungam tingkat transmisi masyarakat dan kapasitas respon. Namun, pada Inmendagri terbaru, Kota Semarang naik level menjadi PPKM Level 2.

Berdasarkan perhitungan tingkat transmisi, kasus terkonfirmasi positif di Kota Semarang berada pada 0,06 dari jumlah per 100 ribu penduduk. Syarat sebuah kota/kabupaten berada di level 1 jika kasus konfirmasinya kurang dari 20 per 100 ribu penduduk. Artinya, Kota Semarang sebenarnya berada pada level 1.

Begitu juga dilihat dari angka kasus yang dirawat di rumah sakit. Syarat PPKM Level 1, kasus dirawat di rumah sakit kurang dari 5 per 100 ribu penduduk. Di Kota Semarang, kasus di rawat di rumah sakit hanya 0,00 per 100 ribu penduduk. Kasus meninggal di Kota Semarang berada pada angka 0,24. Angka tersebut sudah termasuk kategori level 1 dimana angka meninggal harus kurang dari 1 per 100 ribu penduduk.

“Itu dari tingkat transmisi masyarakat. Sebenarnya, Semarang masuk PPKM Level 1,” ucap Hakam, Selasa (4/1/2022).

Dari sisi kapasitas respon, ucap Hakam, Kota Semarang seharusnya juga masuk PPKM Level 1. Angka positive rate dari testing yang sudah dilakukan berada pada 0,08 persen. Pada level 1, syarat positive rate kurang dari 5 persen. Rasio kontak  kasus terkonfirmasi sudah 19 dimana syarat memadai level 1 harus lebih dari 14 kontak  yang dilakukan tracing.

Bed ocupancy ratio (BOR) rumah sakit (RS) di Kota Semarang sudah masuk kategori memadai untuk level 1 yaitu kurang dari 60 persen. BOR RS di ibu kota Jawa Tengah ini hanya 1,89 persen pada pekan ini.

Hakam menerangkan bahwa, daerah hinterland Kota Semarang antara lain Kendal, Demak, dan Kabupaten Semarang beberapa hari ini dimungkinkan kasus. Sehingga, tiga kota itu masuk PPKM Level 2. Hal itu berimbas pada Kota Semarang yang juga harus masuk PPKM level 2 karena masuk wilayah aglomerasi.

Sesuai Inmendagri, Hakam menerangkan, pandemi ini perlu ditangani bersama-sama dengan berharap tidak sampai muncul kasus baru. Maka, penerapan PPKM Level 2 di Semarang ini bentuk antisipasi lebih awal agar kasus Covid-19 tidak semakin bertambah.

You might also like

More Similar Posts

Menu