LMKN Tuduh Pestapora 2023

LMKN Menuduh Pestapora 2023 Tak Membayar Royalti, Termasuk Coldplay
Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) telah mengungkapkan dugaan tidak pembayaran royalti oleh penyelenggara Pestapora 2023, termasuk konser Coldplay. Dalam jumpa pers di Kantor LMKN, Jakarta Selatan, Komisioner LMKN Yessy Kurniawan menyatakan bahwa Sistem Lisensi Online khusus untuk live event yang diterapkan sejak Mei 2023 telah membuktikan efisiensi penarikan royalti kategori live event.

LMKN secara terbuka menunjukkan cara kerja sistem ini kepada media dan menyebutkan promotor musik atau penyelenggara konser yang sudah dan belum membayarkan royalti secara online. Yessy Kurniawan, Komisioner LMKN bagian lisensi, menekankan pentingnya mengetahui status pembayaran royalti untuk konser-konser di tahun 2023, termasuk Pestapora.

“Pestapora coba, ada nggak? Nggak ada, berarti nggak bayar,” ujar Yessy Kurniawan. Ia juga menegaskan bahwa penyelenggara konser harus memiliki komitmen untuk meningkatkan royalti demi kesejahteraan penulis lagu. “Jadi membuktikan user (pengguna) juga harus menjadi bagian yang concern untuk isu-isu yang sedang diperjuangkan. Jadi, kalau user-nya nggak mau bayar, ya royaltinya juga nggak ada,” tambahnya.

Yessy Kurniawan kemudian mengarahkan perhatian media untuk melihat status pembayaran konser musik lain, seperti Jakarta Fair. Namun, ia mengungkapkan bahwa Jakarta Fair masuk dalam daftar ‘nakal’ yang sudah mendapat somasi karena menolak membayar royalti. “Wah, Jakarta Fair nggak usah dicari. Itu sangat tidak mau bayar. Nggak usah itu, berantem itu sama saya yang begitu-begitu,” tegas Yessy.

Dengan menggunakan sistem transparan saat ini, LMKN menegaskan bahwa semua data pembayaran royalti dari live event dapat diakses oleh anggota melalui website www.lmknlisensi.id. Yessy Kurniawan menolak tuduhan ketidaktransparanan dan menekankan transparansi pengelolaan konser musik dengan teknologi yang digunakan.

LMKN juga membicarakan kasus promotor yang belum membayarkan royalti pada konser musik internasional. Yessy Kurniawan mengajak para penyelenggara konser asing untuk membayar royalti bagi lagu-lagu musisi Indonesia yang tampil sebagai pembuka acara. “Jangan sampai royalti yang besar dibayarkan itu tidak dirasakan oleh band-band terbuka, itu menggunakan karya-karya pencipta muda kita di Indonesia itu sistem LMKN,” ungkap Yessy.

Sebagai lembaga yang lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, LMKN memiliki kewenangan untuk mengumpulkan royalti penggunaan karya cipta lagu dan musik di Indonesia. Melalui sistem ini, LMKN bertanggung jawab mengatur tarif, mengumpulkan royalti, dan mendistribusikannya kepada para pencipta, pemegang hak, dan pemilik hak terkait melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).

You might also like
Tags:

More Similar Posts

Menu